Wassalamu ‘Alayya Yauma Wulidtu, Ayat Selamat Natal

Tarik ulur hukum mengucapkan selamat natal, salah satunya karena tumpang tindih konsepsi tentang Yesus atau Nabi Isa AS. Yang kemudian kerap meninggikan tensi sebagian kalangan ketika ada seorang Muslim yang melisankan tahniah natal kepada umat Kristiani. Itu karena Muslim tersebut dianggap telah merisak wilayah akidah. Islam terang menyatakan bahwa Isa adalah hamba Allah yang diberkahi, diberi kitab, dan berstatus sebagai Nabi. Namun, gradasi perbedaan antara Islam dan Kristen mengenai kedudukan Isa al-Masih, tidak kemudian menafikan aspek yang diakui oleh keduanya. ... READ MORE.......

Menyesuaikan Wacana Teologis dengan Keberagaman Muslim

Umat Islam memiliki keberagaman yang unik. Masyarakat Muslim di suatu wilayah dapat berbeda dangan Muslim di wilayah lainnya. Keberagaman ini semakin nyata manakala kita melihat keberislaman di Tanah Air. Setidaknya, ada tiga corak pemikiran Islam yang berkembang di negeri ini, yaitu konservatif, moderat, dan liberal. Meskipun sama-sama berafiliasi pada Islam, keberagaman juga ini tidak luput dari pergesekan. Belakangan, sebagian Muslim terlibat dalam perdebatan dan perseteruan keras dengan kelompok Muslim lainnya. Di saat yang sama, mereka dapat dengan mudah mempromosikan indahnya hari Natal, kasih sayang, dan persahabatan dengan kelompok Kristiani. ... READ MORE.......

Meniup Terompet Tidak Haram

Pernyataan Ustadz Abdul Somad (UAS) tentang keharaman meniup terompet viral dan menuai kontroversi di media sosial. Tradisi Yahudi dijadikan alasan agar umat Islam tidak ikut-ikutan merayakan tahun baru Masehi, termasuk meramaikannya dengan suara terompet. Namun, benarkah meniup terompet dilarang secara mutlak dalam ajaran Islam? ... READ MORE.......

Hari Ibu, Hari Kasih Sayang

Berperan menjadi seorang ibu itu berkedudukan mulia. Bukan semata karena ia mengandung, melahirkan dan mendidik, tetapi kasih sayangnya yang tak pernah menuntut balasan atas apa yang diperbuat menjadikannya sebagai sumber motivasi dan inspirasi. Meski momentum Hari Ibu hanya diperingati setahun sekali, sejatinya setiap hari kasih sayang ibu tak pernah terhenti. ... READ MORE.......

Ibu, Inspirasi Generasi Nasionalis

22 Desember menjadi momentum kita memperingati Hari Ibu setiap tahun. Peringatan Hari Ibu idealnya sudah bukan lagi seremoni tanpa substansi, melainkan harus dimaknai sebagai momentum penuh esensi. Menkontekstualisasikan Ibu sebagai rangka memberdayakan dan memantapkan sumber kasih sayang dan inspirasi. Pendidik pertama untuk para generasi bangsa yang nasionalis. Bung Karno mewanti-wanti, bahwa wanita adalah tiang negara, apabila dia baik maka baiklah negara, dan apabila dia rusak maka rusaklah negara itu. ... READ MORE.......

Varian Infiltrasi Politik Kekerasan

Sepanjang sejarah politik, kekerasan kerap memainkan peran terdepan dalam meraih kekuasaan. Sebelum aturan politik mengalami kemajuan—abad modern sekarang ini—politik yang melahirkan sebuah rezim baru berdasarkan kepentingan, telah membuat sebuah proses yang berdarah-darah. Karena itulah konfrontasi politik sering menempuh jalan teologi, ketuhanan, ideologi keagamaan yang suci penuh semangat perlawanan berdasarkan keyakinan ajaran tertinggi dan terdalam. Agama telah dibuat sebuah spirit perjuangan yang dapat mendorong umatnya untuk melakukan pengorbanan apa saja demi keyakinannya, meski nyawa sekalipun. ... READ MORE.......

Natal Ujian Toleransi Kita

Perayaan Natal tinggal menghitung hari. Umat Kristiani, baik Kristen Protestan, maupun Kristen Katolik tengah mempersiapkan segala sesuatu demi menyambut Hari Besarnya. Namun, problem intoleransi masih saja bermunculan, khususnya di media sosial. Padahal, jika kita dapat menuntaskannya dan menjaga keberlangsungan Natal dengan aman dan damai tanpa gangguan, maka sejatinya kita telah berhasil melewati ujian toleransi sekaligus memperkokohnya. ... READ MORE.......

Natal Itu Islami

Selalu banyak suara sumbang menjelang perayaan natal di negeri ini. Perihal atribut natal hingga ekspresi manusiawi berupa ucapan selamat berhari raya pun selalu dibawa ke ranah pertarungan teologis. Membuat keributan horizontal menjadi lestari. Institusi Islam, oleh pihak tertentu kerap dibingkai menjadi ajaran sempit, seolah menutup diri dari seni relasi antarumat beragama. Sederhana sebenarnya. Dalam urusan disparitas kepercayaan di tengah masyarakat, jika kita mencukupkan diri pada kapasitas sebagai manusia sosial yang berkebudayaan, kita pasti akan lebih terbuka mendialogkan perbedaan untuk membincang titik pertemuan, bukan memperlebar jurang pembeda. ... READ MORE.......

Muslim Merayakan Tahun Baru Masehi, Apa Masalahnya?

Bagi masyarakat umum, pergantian tahun adalah momen berkumpul bersama keluarga, teman, tetangga, ataupun rekan kerja. Biasanya, dihabiskan dengan kegiatan kekeluargaan yang harmonis dan berkesan. Namun, bagi segelintir orang, momen pergantian tahun benar-benar tidak bahagia. Sebagian orang menganggap aktivitas menghidupkan suasana tahun baru, mengandung unsur yang berbahaya dan terkutuk. Sehingga harus didukung dengan pelarangan. ... READ MORE.......

Merayakan Natal, Merayakan Toleransi

Momen perayaan kebaktian Hari Natal dan tahun baru dilarang secara tertulis oleh pemerintah daerah Kampung Purwodadi, Kecamatan Kejuruan Muda, Aceh Tamiang (17/12). Pasalnya, pada momen perayaan tersebut dinilai memicu konflik horizontal dan putusan ini merupakan hasil musyawarah bersama yang telah disepakati masyarakat Kampung Purwodadi. Ironis, mengapa hingga detik ini, perayaan Natal di Indonesia masih dipermasalahkan. Padahal, umat Islam Indonesia konon menjunjung tinggi sikap saling menghargai atau toleransi. Mestinya bila ingin merayakan toleransi, lantas mengapa merayakan Natal masih ada yang melarang? ... READ MORE.......