Teladan Moral Buya Syafii Maarif

Akhir Mei kemarin, pada tanggal 31, Buya Syafii Maarif genap berusia 86 tahun. Momen hari kelahiran, menurut saya tepat untuk merefleksikan figur seseorang. Guru bangsa adalah kata kunci yang meringkas identitas seorang Ahmad Syafii Maarif. Lebih detailnya, ialah sang negarawan, ulama, serta cendekiawan dengan gagasan segar, terbuka, dan maju. Di usia yang terbilang senja, Buya masih setia mendampingi jalannya bangsa ini. Hal itu setidaknya nampak dari sikap kritis dan konsistensinya dalam menyikapi berbagai fenomena di bumi pertiwi. Meneladani moral etik dan laku hidup Buya menjadi penting di tengah era disrupsi dan kelangkaan akhlak manusia hari ini. ... READ MORE.......

Pancasila Menentang Penjajahan di Palestina

Bulan Juni, memiliki tempat tersendiri di relung hati masyarakat Indonesia. Tidak saja karena di bulan ini Pancasila dilahirkan, tetapi juga Bung Karno sebagai yang membidani Pancasila lahir. Pancasila menjadi tonggak awal Indonesia menatap kemerdekaan dan harapan emas masa depan. Bagaimana tidak? Indonesia menjadi salah satu bangsa yang masyarakatnya digelapkan oleh peradaban, sebab penjajah selama berabad-abad. Karena itu, tidak mengherankan jika kelahiran Pancasila menjadi harapan baru Indonesia menapaki dunia baru. ... READ MORE.......

Pancasila Melahirkan Bangsa yang Islami

Indonesia dikenal sebagai negara berpenduduk mayoritas Muslim. Berdasarkan “Statistik Umat Menurut Agama di Indonesia” yang dirilis Kemenag RI 2018 lalu, 86,7% penduduk negeri ini adalah Muslim. Bahkan negeri kita adalah rumah bagi 12,7% populasi Muslim dunia. Uniknya, walaupun Indonesia adalah negeri Muslim yang besar, wujud negaranya bukanlah ‘negara Islam’ seperti yang diharapkan sekian kelompok politik Islam. Kita patut berbangga, karena sejak awal berdirinya, negara kita telah berada di garis depan untuk mengembangkan model baru budaya bangsa yang Islami, tanpa terseret perdebatan dan konflik klasik tentang tata negara Islam, apalagi negara sekuler. ... READ MORE.......

Ber-Pancasila di Zaman Now

Tindakan nyata dalam memanifestasikan nilai-nilai Pancasila adalah sebuah kewajiban bagi seluruh rakyat Indonesia, tanpa terkecuali. Tidak memandang siapa dia, apa jabatannya, pekerjaannya apa, dan keturunan siapa. Untuk itu, kita semua harus menjaga Pancasila agar tetap kokoh menjadi ideologi negeri. Pancasila merupakan ideologi tunggal negeri ini, yang memiliki keistimewaan sendiri. Keistimewaan tersebut adalah kefleksibelannya yang tahan banting, yang kian relevan dengan perkembangan serta kemajuan zaman. ... READ MORE.......

Pernikahan Dini, No Way!

Kasus bunuh diri di kalangan remaja kembali terjadi. Pasalnya, seorang siswi SMP di Sumenep, Madura tewas bunuh diri usai dipaksa menikah oleh orang tuanya. Hal ini tidak hanya menunjukkan praktik pernikahan dini yang masih marak di masyarakat. Melainkan juga menggambarkan, betapa fatal dan tragisnya akibat dari praktik tersebut. ... READ MORE.......

Pancasilais, Membela Kemanusiaan

Dalam kehidupan sehari-hari, kita pasti pernah mendengar, atau melihat, bahkan terlibat dalam berbagai aksi pelanggaran terhadap kemanusiaan, entah itu sebagai korban, maupun pelaku. Ditambah dengan perkembangan teknologi yang kian pesat, pelanggaran-pelanggaran seperti diskriminasi kerap dialami oleh siapapun di media sosial. Melihat hal ini, saya merasa bahwa banyak yang telah benar-benar melupakan jati diri bangsa, yaitu Pancasila. Sebab, Pancasila merupakan ideologi yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan. ... READ MORE.......

Hati-hati Memotret Konflik Israel-Palestina

Dalam pemahaman arus utama masyarakat kita, ketegangan Israel-Palestina disimpulkan sebagai konflik agama, persisnya antara Yahudi dan Islam. Cara pandang demikian, selain berbahaya juga tidak sesuai dengan fakta empiris dalam tubuh Israel serta Palestina sendiri, yakni heterogenitas baik agama maupun suku. Perhelatan konflik menyejarah yang selalu menyita perhatian dunia ini perlu diurai dengan seksama untuk menghindari kesalahpahaman dan dampak kontraproduktif. Misi perdamaian dunia dan kerukunan yang didamba, menjadi mustahil jika perang agama masih dinarasikan sebagai tema besar konflik politik tersebut. Sebab emosi keagamaan adalah bahan bakar yang awet bagi suatu pertikaian. ... READ MORE.......

Berpancasila dengan Sepakbola

Kemenangan Chelsea sebagai juara Liga Champions UEFA musim ini membawa dampak tersendiri bagi para penggemar sepakbola. Pasalnya, dengan gaya bermain Chealsea yang penuh dengan keyakinan, pertahanan yang tangguh, dan fair play menjadikannya dipuji-puji. Tidak saja oleh penggemarnya sendiri, tetapi juga para penggemar lawan-lawannya, tak terkecuali di Indonesia. Dari titik ini, kita dapat melihat sepakbola sebagai instrumen penting persatuan dan solidaritas. ... READ MORE.......