Alimatul Qibtiyah: Pengarusutamaan Gender bukan Sekedar Tuntutan Adminstrasi

BeritaAlimatul Qibtiyah: Pengarusutamaan Gender bukan Sekedar Tuntutan Adminstrasi

Jumat 23 Juni 2023, aliansi Perguruan Tinggi Responsif Gender (PTRG) bersama sejumlah akademisi UIN Raden Mas Said Surakarta menyelenggarakan launching dokumen operasionalisasi PTRG. Dokumen tersebut didukung oleh Rumah Kitab dan jaringan We Lead. Sebelumnya, indikator PTRG terlebih dahulu disusun oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) bersama dengan Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) di tahun 2019.

Prof. Alimatul Qibtiyah hadir dalam acara launching dokumen operasionalisasi PTRG sebagai pemateri. Komisioner Komnas Perempuan tersebut menegaskan bahwa mewujudkan perguruan tinggi yang responsive gender bukan hanya kebutuhan untuk memenuhi administrasi semata.

Pengarusutamaan Gender (PUG) adalah amanat Nasional untuk memanusiakan semua orang tanpa memandang jenis kelamin, agama, suku, dan ras. PUG adalah suatu keharusan karena didalamnya diatur tentang bagaimana semua orang mendapatkan hak yang setara diberbagai layanan. Hal ini sejalan dengan nilai ketauhidan dalam Islam yang memerintah umatnya untuk mengabdikan diri kepada Tuhan. Tidak boleh ada pejabat, petugas, dan manusia yang menjelman menjadi Tuhan-Tuhan kecil pada kehidupan sosial antar sesama manusia.

Maka tak berlebihan kiranya jika akademisi dari UIN Sunan Kalijaga tersebut menyatakan PUG sebagai High Level Value. Karena sebagai High Level Value, maka implementasi PUG seharusnya tidak hanya diukur menggunakan parameter administratif saja. PUG harus terinternaliasasi dan menjadi nafas pergerakan di semua lembaga. Pun demikian dengan dokumen operasionalisi PTRG ini, juga harus dimaknai sebagai high level value sehingga bisa dipahami dan dijalankan oleh semua civitas akademika di perguruan tinggi.

Meskipun dokumentasi dan administrasi adalah bukti pendukung bahwa PTRG telah dilksanakan, namun ada yang lebih penting dari itu. Yaitu memastikan bahwa seluruh civitas akademika telah menjalankan nilai-nilai kesetaraan gender dalam menjalankan peran dan tugasnya. Dengan demikian, cita-cita pengarusutamaan gender di perguruan tinggi yang dibantu dengan dokumen operasionalisasi PTRG ini akan bisa diwujudkan.

Baca Juga  Yenny Wahid: Hapus Pasal Penodaan Agama

Menurut Prof Alimatul Qibtiyah, dokumen operasionalisasi PTRG kaya akan pengalaman penyusun. Hal ini sangat menggembirakan karena pengalaman perempuan sebagai salah satu pendekatan telah diterapkan dalam dokumen. Dokumen PTRG ini tidak lahir dari ruang kosong yang bersifat teoritis. Namun berisikan pengalaman-pengaman dari 8 perguruan tinggi meliputi  IAIN Metro, IAIN Pekalongan, IAIN Ponorogo, UIN Walisongo Semarang, UIN Raden Mas Said Surakarta, UIN Sultan Syarif Kasim Riau, UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda, dan UNISNU Jepara.

Karena bersumber dari pengalaman, maka bisa membuka wawasan perguruan tinggi lain untuk mereplikasi dengan tetap menyesuikan keadaan perguruan tinggi masing-masing. Dokumen operasionalisasi PTRG ini telah membuktikan bahwa pengalaman perempuan adalah sumber pengetahuan, yang dapat diakumulasikan sebagai sumber pembelajaran. Cerita baik selama proses penyusunan operasionalisasi PTRG ini bisa diduplikasi di lembaga lainnya.

Selain itu, dokumen ini tidak hanya disusun oleh perempuan namun juga melibatkan laki-laki. Hal ini membuktikan bahwa PTRG sebagai salah satu upaya mewujudkan PUG di perguruan tinggi mempertimbangkan kebutuhan dan pengalaman laki-laki dan perempuan secara proporsional. Proses ini sekaligus sebagai jawaban bagi berbagai pihak yang masih memahami gender sebagai gerakan yang menguntungkan kepentingan perempuan saja.          

Pada penutup materinya, profesor perempuan di bidang Kajian Islam dan Gender tersebut berharap PTRG bisa diimplementasikan sebagai high level value dan ruh di perguruan tinggi. Sehingga tak ada lagi kekerasan, diskriminasi, subordinasi dan tercipta lingkungan belajar dan lingkunga  kerja yang nyaman dan aman untuk setiap pihak.

Artikel Populer
Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.