Kolom

Islam Tidak Mengajarkan Kekerasan

Sepanjang tahun 2020, terdapat 1.178 laporan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Jumlah ini meningkat dibandingkan dengan dua tahun sebelumnya, tercatat 794 kasus pada 2019 dan 837 kasus pada 2018. Padahal, Islam sebagai agama sumber nilai-nilai etika dan moral tidak membenarkan perilaku kekerasan. Apalagi, kekerasan tersebut dilakukan terhadap perempuan dan anak yang seharusnya dilindungi, bukan disakiti. ... READ MORE.......

Aisyah RA Bukan Simbol Pernikahan Dini

Di zaman kita, pernikahan dini menjadi masalah sosial yang cukup serius. Berdasarkan publikasi laporan Pencegahan Perkawinan Anak (2020) yang dirilis Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional, sebanyak 1,2 juta perkawinan terjadi pada anak dengan usia kurang dari 18 tahun. Bahkan, 61,3 ribu di antaranya belum genap 15 tahun. Mirisnya, dalam sepuluh tahun, hanya ada 3,5% penurunan kasus perkawinan anak di Indonesia. ... READ MORE.......

Zuhairi Misrawi Akan Lanjutkan Diplomasi Bung Karno di Arab Saudi

Sejarah hubungan antara Arab Saudi dan Indonesia sudah terjalin erat sejak masa Bung Karno. Bahkan Arab Saudi memiliki tempat tersendiri di hati Bung Karno dan Indonesia. Sebab, Arab Saudi merupakan salah satu negara pertama yang mengakui kemerdekaan kita bersama negara-negara lain di Timur Tengah. Maka dari itu, tidak mengherankan jika sampai hari ini jalinan di antara keduanya masih harmoni. ... READ MORE.......

Perbudakan Modern dalam Pandangan Islam

Sejak masa pra-Islam, perbudakan telah membudaya. Memasuki setiap sendi kehidupan umat manusia. Tradisi kelam tersebut tampaknya masih dapat kita jumpai sampai sekarang, meskipun dalam kemasan yang berbeda. Di samping perdagangan manusia (human trafficking) yang meliputi kekerasan, ancaman, penculikan, dan penipuan, memaksa orang lain bekerja atau mengadakan pernikahan paksa demi melunasi hutang, termasuk dalam fenomena perbudakan modern yang dilarang dalam ajaran Islam. ... READ MORE.......

Meredam Fanatisme Buta Beragama

Kehadiran Islam sebagai upaya mengentaskan segala kejumudan pikiran dan perbuatan yang tidak manusiawi merupakan ajaran agama yang diyakini kebenarannya. Kendati demikian, fanatisme buta terhadap paham keyakinan yang dianut bisa membahayakan kepada mereka yang bertentangan, karena ditengarai salah dalam mengaplikasikan cara keberagamaan. Fanatisme itu boleh, tetapi fanatisme yang membutakan itu mesti diredam sebab tak ada bedanya dengan penyimpangan agama yang menghakimi kebenaran atas hawa nafsunya sendiri. ... READ MORE.......

Waspada Ustadz Instan Digital

Di era revolusi digital yang ditandai dengan kehadiran internet dan media sosial, siapa pun bisa menjadi penceramah atau pendakwah. Meskipun, bermodal pengetahuan agama yang tidak seberapa, akan tetapi memiliki basis popularitas atau dukungan massa yang kuat, ditambah dengan penampilan yang good looking dengan atribut peci, sorban, dan gamis Panjang, seseorang bisa mengklaim dirinya sebagai pendakwah atau ustadz. ... READ MORE.......

Zuhairi Misrawi Akan Lindungi WNI di Arab Saudi

Santer terdengar pada akhir-akhir ini, bahwa KH Zuhairi Misrawi atau yang lebih akrab dikenal dengan panggilan Gus Mis, mendapatkan tugas baru dari Presiden Jokowi Dodo, yaitu menjadi Duta Besar (Dubes) di Negara Timur Tengah yaitu Arab Saudi. Tentunya, tugas menjadi wakil negara di kota haramain tersebut tidaklah mudah, memerlukan ekstra kerja keras dan juga perhatian khusus terlebih kepada diaspora Indonesia. ... READ MORE.......

Diskriminasi Bukan Ajaran Nabi

Perilaku diskriminasi yang masih terus ada di tengah masyarakat hingga detik ini seharusnya menjadi bukti, bahwa masih ada orang yang belum meneladani akhlak sosial Nabi SAW. Padahal, sejak awal perjuangan dakwah Islam, beliau selalu mempraktikkan akhlak sosial yang berkeadilan, termasuk tidak mendiskriminasi sesama manusia. ... READ MORE.......

Fenomena Tren Hijrah Kaum Urban

Perkembangan teknologi informasi yang semakin akseleratif memang memberikan kontribusi signifikan bagi pergeseran peta baru Islam di Indonesia. Wajah Islam Indonesia yang selama ini tampil dengan warna Islam moderat, plural dan ramah. Kini, dibayangi dengan varian baru bangkitnya fundamentalisme Islam yang mendapat perhatian publik secara luas, khususnya di tengah masyarakat urban. ... READ MORE.......

Dukung Wamenag Jadikan Mapel PAI sebagai Instrumen Moderasi Beragama

Kementerian Agama kini terus menggalakkan penguatan moderasi beragama pada tiap layanan keagamaan, tak terkecuali dalam bidang pendidikan. Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Sa’adi, mengatakan bahwa mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) bisa menjadi salah satu instrumen diseminasinya. “Gunakanlah mata pelajaran Agama Islam ini menjadi instrumen untuk mendiseminasi moderasi beragama,” kata Wamenag, Jumat (26/2/2021). ... READ MORE.......