Gus Dur Ajari Cara Beragama Yang Baik

Gairah beragama era ini semakin tak terelakan. Saking bergairahnya, ada kelompok yang merasa paling beragama diantara yang lain. Menghadapi keadaan ini, kita rindu akan sosok almarhum KH. Abdurahman Wahid atau yang akrab di sapa Gus Dur. Sosok yang santun, agamis, nasionalis, dan juga humoris, yang telah banyak sekali mengajarkan pada kita tentang cara beragama yang baik. Salah satu pelajaran penting yang diajarkan Gus Dur itu adalah tentang toleransi. ... READ MORE.......

Menerima Syiah dan Ahmadiyah, Mungkinkah?

Selalu ada isu bergejolak, ketika keyakinan kelompok Syiah dan Ahmadiyah mendapat setitik perhatian. Belum lama ini, Menag diminta mengklarifikasi respons positifnya atas pernyataan Azyumardi, perihal peran pemerintah dalam melayani hak kelompok keyakinan minoritas, seperti Syiah dan Ahmadiyah. Tuntutan klarifikasi itu datang dari berbagai lini, seolah-olah, menerima kelompok Syiah dan Ahmadiyah adalah mimpi buruk bagi masyarakat Muslim negeri ini. ... READ MORE.......

Gus Dur Membela Ahmadiyah

Ihwal seputar Ahmadiyah kembali mendapat perhatian publik. Hal ini mengingatkan kita pada figur seorang Gus Dur. Sulit rasanya mengalienasi keterlibatan sosok Gus Dur dari isu pembelaan kemanusiaan dan kelompok minoritas tertindas. Urusan Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) salah satunya. Di tengah fatwa MUI yang mengukuhkan kesesatan Ahmadiyah pada 2005 silam, Gus Dur tanpa gentar menyuarakan pembelaan terhadap mereka dan mengecam fatwa ngawur tersebut. Siapapun yang tidak gegabah dan mau menyisihkan ruang kemanusiaan, saya kira akan sependapat dengan sikap yang Gus Dur ambil ini. ... READ MORE.......

Gus Baha Teladan Dai Moderat

KH. Bahaudin Nursalim alias Gus Baha dinobatkan sebagai dai moderat of the Year versi ADDAI (Asosiasi Dai-Daiyah Indonesia). Pasalnya, dakwah Gus Baha dalam beberapa tahun belakangan, utamanya pada 2020 ditengarai berhasil memberi wacana moderasi Islam dan pengaruh bagi khalayak masyarakat. Oleh karena itu, menjadikan Gus Baha sebagai tokoh teladan dai moderat merupakan pilihan yang tepat untuk menambah wawasan keilmuan khususnya bidang keagamaan. ... READ MORE.......

Gus Dur, Guru Hak Asasi Manusia

Jasanya yang selalu diingat seluruh kalangan masyarakat, KH. Abdurrahman Wahid ternyata meninggalkan jejak warisan yang tak dapat dilupakan. Ulama kharismatik yang akrab dipanggil Gus Dur ini adalah seorang tokoh panutan semua manusia. Peninggalan karakter terpujinya yang membela hak warga, patut diacungi jempol dan beri penghargaan pahlawan bangsa. Selain dijuluki sebagai bapak toleransi, dia pula layak mendapat panggilan pahlawan pejuang Hak Asasi Manusia (HAM) untuk rakyat yang tertindas dan termarjinalkan. Dari sini, dia pantas memikul gelar, guru HAM Indonesia. ... READ MORE.......

Meluruskan Penyimpangan Makna Ghuroba

Hashtag bangkitnya al-ghuroba viral di media sosial. Ghuroba yang mereka singgung adalah kelompok mereka sendiri. Orang-orang terasing dan berbeda dari kebanyakan umat Islam yang kerap melegalkan kekerasan dan teror demi terwujudnya kepentingan. Bahkan, mereka menganggap perbedaannya adalah sebuah keistimewaan yang disanjung Nabi SAW. Guroba sebagai ideologi kaum jihadis nyatanya masih bergentayangan sampai saat ini. ... READ MORE.......

2021, Kita Bebas dari Ujaran Kebencian

Menuju penghujung 2020, banyak sekali persoalan-persoalan kita yang mengudara selama kurun waktu setahun terakhir. Tidak saja dihantam dengan gelombang pandemi yang mematikan, tetapi juga kita dihadapkan dengan sampah ujaran kebencian. Di kedai-kedai kopi, di kanal-kanal youtube, di beranda-beranda medsos kita tak pelak terhindar dari wabah kebencian. Tentu, penomena demikian bukan persoalan remeh. Dan mesti menjadi pelajaran penting bagi masa depan bangsa. Sebab, ujaran kebencian sudah menjadi sumbu perpecahan. Cepat atau lambat virus kebencian harus dilerai. Dimusnahkan berbarengan dengan rampungnya 2020, sehingga 2021 saatnya kita menatap masa depan terbebas dari ujaran kebencian. ... READ MORE.......

Ahmadiyah dan Syiah Warga Negara Indonesia

Pernyataan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, menjadi angin segar bagi kelompok minoritas. Hal ini juga merupakan awal bentuk kehadiran negara di tengah kelompok minoritas, seperti Ahmadiyah dan Syiah. Sebab, selama ini kelompok tersebut selalu mengalami diskriminasi dan menjadi korban kekerasan. Sebagai warga negara, orang-orang Ahmadiyah dan Syiah, tidak pernah merasakan kehadiran negara. Selama ini, haknya sebagai warga negara, tidak pernah terjamin dan terpenuhi. ... READ MORE.......

Jihad Itu Bukan Perang

Densus 88 antiteror Polri menggusur pusat latihan jaringan teroris Jamaah Islamiyah (JI) di sejumlah lokasi di Jawa Tengah. Polri menyebut pusat latihan itu dipakai untuk melatih para anggota muda JI menjadi ahli tempur hingga perakit bom. Hal ini membuktikan, bahwa teroris masih menjadi ancaman. Faktanya, perilaku destruktif tersebut mereka klaim sebagai jihad dan sunnah Nabi. Doktrin jihad dijadikan ideologi andalan mereka. Pertanyaannya, benarkah jihad itu berarti kekerasan dan perang? ... READ MORE.......

Keadilan dalam Beragama

Setiap agama mengajarkan kebaikan. Karena hakikat agama memang demikian. Di lain sisi, agama memperjuangkan keadilan bagi setiap seisi alam. Maka dari itu, kebaikan dan keadilan harus dapat diaplikasikan oleh setiap umat beragama. Adil dalam segala hal, baik itu dalam pikiran, maupun tindakan. Setiap perbuatan yang tidak mencerminkan keadilan sudah dipastikan bukan terlahir dari ajaran agama. Menjadi pertanyaan besar, lantas bagaimana menyikapi tragedi kekerasan beragama? Jelas, agama tidak mengenal prilaku kekerasan, merugikan orang lain, mendiskriminasi golongan di luar golongannya, dan menciptakan intoleransi. Itu sama sekali tidak mencerminkan umat beragama. Kita tidak saja harus dapat menyadari keadilan dalam beragama, tetapi juga menciptakan keadilan dalam bingkai agama. ... READ MORE.......