Islam Berkemajuan ala Bung Karno

Dakwah-dakwah Islam saat ini selalu menjadikan syurga dan neraka sebagai alat untuk mendiskriminasi dan menghakimi seseorang. Keadan ini menjadikan Islam terkesan sangat menakutkan dan sangat sempit. Selain itu, kita juga masih disibukkan dengan perdebatan kolot tentang khilafah, dalil tahlil, dalil ziarah kubur, dalil nasionalisme, bid’ah dan sebagainya. Meski eranya telah modern, abad 21, hal-hal semacam ini masih menjadi gayeman hampir setiap waktu. Yang pada akhirnya, sesama Muslim saling mengafirkan. Perkara-perkara di atas itulah yang kemudian menjadi penghambat bagi kemajuan Islam dan bangsa yang menjadi tempat berlangsungnya perjalanan Islam. Oleh karenanya, Islam berkemajuan ala Bung Karno harus terus dibumikan. ... READ MORE.......

Tadabur Al-Quran, Menjaga Kewarasan

Setiap hari, pesan-pesan yang tidak jelas kebenarannya muncul di depan layar smartphone kita. Tidak sedikit orang yang sangat bergantung pada informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan seperti itu. Umat Islam kini sampai di zaman yang disebut-sebut ‘penuh ketidakpastian’ (uncertain times), ada juga yang menyebutnya sebagai era ‘matinya kepakaran’. Di masa ini, hoax dan misinformasi dapat berbalik menjadi sesuatu yang dipercaya sebagai kebenaran. Hal itu sangat mengganggu kewarasan masyarakat. Tidak heran, orang jadi cepat emosi, berkonflik, dan salah langkah. ... READ MORE.......

Berhaji Tanpa ke Tanah Suci

Hampir dapat dipastikan, pengumuman Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas pada Kamis (3/6/2021) lalu mengenai pembatalan pemberangkatan calon jemaah haji Indonesia menyisakan kekecewaan mendalam. Apalagi ini adalah kali kedua ritual tahunan tersebut ditangguhkan. Munculnya rasa kesal dan khawatir tak akan berkesempatan menginjakkan kaki di Tanah Suci adalah perihal yang wajar. Tapi jangan sampai meratap atau bertindak gegabah. Jangan pula naif dan berkomentar di luar kapasitas, seperti seorang publik figur yang mengatakan bahwa pintu surga bisa jadi tak dibuka bagi masyarakat Indonesia karena tak berhaji. Asumsi ini terlalu dangkal dan konyol. Haji bukan sekadar demonstrasi manasik secara fisik. Tercatat, bahkan ada hamba Allah yang mabrur tanpa berhaji. ... READ MORE.......

Bung Karno, Pelopor Kemerdekaan Asia-Afrika

“Perjuanganku lebih mudah karena melawan penjajah. Namun, perjuangan kalian akan lebih sulit karena melawan bangsa sendiri”, demikian pesan Bung Karno yang mesti diingat oleh segenap masyarakat bangsa Indonesia. Apalagi, jika melihat perkembangan globalisasi dengan segala persoalannya. Rasa-rasanya pesan Bung Karno sangat relevan untuk kita renungkan bersama. Sebab, dalam kondisi dan situasi apapun kemerdekaan harus tetap dijaga. ... READ MORE.......

Melawan Hoaks Haji

Untuk kedua kalinya, Indonesia tidak lagi memberangkatkan warganya pergi ke Tanah Suci, Mekkah. Pernyataan ini tentu bukan tanpa alasan. Sebab, keselamatan serta kesehatan para jemaah lebih utama dan harus dikedepankan. Apalagi, mayoritas Jemaah yang akan berangkat adalah usia yang cukup rentan. Sementara itu, di tengah upaya pemerintah untuk menangani pelonjakan kasus Covid-19, masih ada saja pihak yang mendistorsi informasi pembatalan haji tahun ini. ... READ MORE.......

Kritikan, Hasutan, dan Hujatan

Secara tidak sadar, kadang-kadang kita seringkali menyukai pembicaraan yang mengandung hujatan untuk memuaskan nafsu. Entah atas dasar kebencian yang berlebihan, atau karena sesuatu hal tidak kita dapatkan. Mungkin maksudnya mengkritik; karena tidak berbasis fakta yang sebenarnya, akhirnya bukan kritikan, melainkan berisi hasutan dan hujatan. Baik secara lisan maupun tulisan. ... READ MORE.......

Nikah Sirri, Mudharat!

Nikah sirri kembali berujung petaka. Kasus sate sianida yang belum lama ini viral misalnya. Terungkap bahwa motif perempuan pengirim sate beracun sianida melalui ojol, disebabkan dendam terhadap suami sirrinya yang menikah dengan perempuan lain. Tak ayal, nikah sirri yang dianggap awal mula menuju kehidupan surgawi tanpa perzinaan, justru awal mula dari banjirnya kerugian. ... READ MORE.......

Pilih Al-Quran atau Pancasila?

“Pilih al-Quran atau Pancasila?” salah satu pertanyaan Tes Wawancara Kebangsaan (TWK) itu mencuat keluar dari ruang tes. Banyak pihak menyayangkan mengapa orang indonesia, setidaknya yang mengikuti TWK tersebut, diminta memilih dua hal yang selama ini dianggap tidak terpisahkan, harmonis dan integral. Sepanjang sejarah bangsa ini kita telah diajarkan untuk percaya bahwa al-Quran dan Pancasila itu tidak perlu dipilih salah satunya saja. ... READ MORE.......