Kolom

Meneladani Dakwah Syekh Ali Jaber

Innalillahi wainnailaihi rojiun. Masyarakat khususnya umat Islam Indonesia berduka atas wafatnya tokoh serta ulama besar, yang telah mendedikasikan pikiran, tenaga, dan jiwanya untuk ajaran agama Islam di Tanah Air. Negeri ini telah kehilangan salah satu sosok pendakwah yang memperjuangkan nilai-nilai Islam yang moderat, yakni Syekh Ali Jaber. Nasihat dan dakwah damainya yang menyejukkan hati, membuat ia dicintai dan disayangi seluruh kalangan masyarakat. Untuk itu, kita harus meneladani dakwah Syekh Ali Jaber tersebut. ... READ MORE.......

Belajar Nasionalisme dari Syekh Ali Jaber

Kepergian Syekh Ali Jaber meninggalkan duka mendalam. Pasalnya, kita kehilangan sosok dai yang sejuk dan mendamaikan. Sangat sulit menemukan kembali sosok seperti Syekh Ali Jaber dalam dunia dakwah. Walaupun ia orang Arab Saudi, tetapi tidak menyurutkan kecintaannya kepada Indonesia. Hal ini ia buktikan di beberapa kesempatan baik saat berdakwah, maupun bersosial. Semangat nasionalisme Syekh Ali Jaber demikian, yang mestinya dapat menjadi pelajaran bagi kita, khususnya pribumi. ... READ MORE.......

Melawan Populisme Islam

Pada tahun 2002, di negara bagian Afrika, berdiri sebuah organisasi Jamaat Ahli al-Sunnah lid-da’wah wal-jihad, atau lebih dikenal dengan Boko Haram. Organisasi militan ekstrem ini bermarkas di Nigeria, Kamerun Utara, dan Niger. Boko Haram, oleh PBB dikelompokkan sebagai organisasi teroris. Organisasi radikal ini dibentuk oleh Mohammed Yusuf yang diilhami dari pemikiran Alhaji Muhammad Maitatsine—penerapan syariat Islam—sehingga menjadi organisasi radikal ekstrem. ... READ MORE.......

Menimbang Nilai Keislaman Animasi Nussa

Nussa, sebuah serial animasi anak bertema keislaman, kembali menjadi perbincangan publik. Pro dan kontra bermunculan usai trailer Nussa The Movie diunggah rumah produksi Visinema melalui kanal youtube resmi mereka. Sejumlah warganet mendukung penuh peluncuran film tersebut. Tidak sedikit pula yang menolak dan mengkritiknya, lantaran animasi tersebut tidak menggambarkan nilai-nilai keislaman di tengah keragaman Tanah Air. ... READ MORE.......

Jangan Salah Pilih Idola!

Harun Yahya alias Adnan Oktar, penceramah dan penulis buku-buku Islam asal Turki sekaligus idola sejumlah masyarakat Muslim Tanah Air, divonis 1.075 tahun penjara. Ia terbukti melakukan kekerasan, pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur, penipuan, serta upaya melakukan mata-mata politik dan militer pemerintah. Runtuhnya pesona Harun Yahya nyatanya membuat para penggemarnya minggat. Lantas, kepada siapa seharusnya umat Islam berkiblat? ... READ MORE.......

Bahaya Populisme Islam

Ketika Dunia Arab kontemporer tengah dilanda malapetaka konflik kekerasan dan peperangan, beberapa pihak mencoba mengoyak persatuan dan kesatuan Indonesia dengan mengimpor sumber perseteruan itu. Ratusan ribu nyawa melayang akibat kepentingan jangka pendek elite politik demi menggalang populisme Islam yang di antaranya membelokkan makna jihad sebagai senjata ampuh melawan tirani antarpenguasa. ... READ MORE.......

Keawaman tentang Wacana Syariat Islam

Di negeri ini, cita-cita tentang penegakan syariat Islam terus bergema sepanjang sejarah. Tidak sedikit golongan yang menginginkan kembalinya frase “…kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”, sebagai dasar negara yang pernah dirumuskan dalam Piagam Jakarta 1945. Namun, saat mendengar wacana tentang Syariat Islam, apa yang menjadi bayangan sebagian masyarakat adalah pemberlakuan hukum cambuk, potong tangan, dan rajam. ... READ MORE.......

Injak Rem Sikap Fanatik

Meski Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) telah resmi dibubarkan pemerintah pada, 19 Juli 2017, akan tetapi sayap organisasinya, Gema Pembebasan, di kalangan pelajar dan mahasiswa masih bergerak bebas hingga sekarang ini. Demikian pula sayap dari Front Pembela Islam (FPI)—Front Mahasiswa Islam (FMI), Front Santri Indonesia (FSI), Hilal Merah Indonesia (Hilmi), Mujahidah Pembela Islam (MPI), Bantuan Hukum Front, dan seterusnya—masih beraktivitas sebagai sayap juang organisasi yang belum lama ini dibubarkan. ... READ MORE.......

Gus Dur Budayawan Sejati

Sudah sebelas tahun Abdurrahman Wahid atau Gus Dur wafat. Selama hidupnya, ia melakoni banyak peran, tetapi masih sedikit yang membahas Gus Dur sebagai budayawan. Itu sebabnya, ia bukan orang yang mudah terpapar dengan budaya ke-Timuran agar dicap paling agamis, atau budaya Barat supaya terlihat lebih modern. Demikian Gus Dur, seorang tokoh budayawan sejati. ... READ MORE.......

Belajar Berdemokrasi dari Gus Dur

Penyerangan brutal ke gedung Capitol Hall telah meninggalkan noda hitam pada demokrasi Amerika Serikat. Untuk pertama kalinya dalam sejarah pemilu AS diwarnai dengan unjuk rasa besar-besaran. Ketidaklapangan Donald Trump dalam menerima kekalahan di gelangang pilpres ke-59 telah membawa babak baru demokrasi. Berakhir sampai di sinikah perjalanan demokrasi AS? Respons Trump yang represif terhadap proses demokrasi cukup disayangkan. Pasalnya, dapat berdampak buruk pada persoalan vertikal dan horizontal sosio-politik Amerika Serikat. Rasa-rasanya, dalam hal ini Trump mesti belajar berdemokrasi dari Gus Dur. ... READ MORE.......