Maulana al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya atau sering kita sebut Habib Luthfi, lahir di Pekalongan, pada 10 November 1947 silam. Habib Luthfi lahir dari rahim seorang ibu yang bernama, Sayidah al-Karimah Syarifah Nur binti Sayyid Muhsin Maula Khilah, sedangkan ayah Habib Luthfi bernama al-Habib al-Hafidz Ali al-Ghalib. Habib Luthfi merupakan seorang tokoh kharismatik agama yang selalu menyampaikan pemahaman cinta Tanah Air dalam setiap dakwahnya.

Habib Luthfi juga adalah sosok yang dipercaya memiliki pengaruh besar serta berperan penting dalam menyampaikan nilai-nilai kebangsaan kepada masyarakat. Dalam dakwahnya, Habib Luthfi selalu menekankan, bahwa nasionalisme harus dimiliki oleh setiap warga negara. Maka dari itu, Habib Luthfi dijuluki sebagai Habib nasionalis. Dari sini, Habib Luthfi kerap kali menerima penghargaan dari berbagai pihak.

Sementara itu, nasionalisme menjadi arena ekspresi sosial dan budaya masyarakat yang demokratis. Nasionalisme adalah sebuah ideologi politik yang mampu menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara dengan mewujudkan suatu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia (Thomas T. Pureklolon, 2017).

Menurut Ernest Renan, nasionalisme merupakan kehendak untuk bersatu dan berbegara. Maksudnya adalah mencintai bangsa dan negara dengan mewujudkan kesatuan dan persatuan bangsa dari bermacam-macam perbedaan. Hal itu sering diterapkan oleh Habib Luthfi dalam kehidupannya. Dengan itu, tak heran jika kita mendengar Habib Luthfi menerima beberapa gelar keistimewaan.

Salah satu gelar yang baru saja diterima Habib Luthfi, yaitu Doktor Honoris Causa, yang diberikan oleh Uneversitas Negeri Semarang. Gelar itu diterimanya, karena Habib Luthfi dinilai berkontribusi penuh dalam peningkatan nasionalisme kebangsaan melalui dakwahnya. Dengan diraihnya gelar tersebut, semoga Habib Luthfi semakin semangat menebarkan nilai-nilai perdamaian ke seluruh penjuru negeri. Di sisi lain, Habib Luthfi mempunyai seni dakwah yang menyejukkan dan mendamaikan, kontribusi serta perannya sangat besar bagi kedamaian negeri, menjadikannya sebagai ulama kedamaian. Hal ini menjadikan pembeda dari ulama-ulama lainnya.

Keistimewaan Habib Luthfi, adalah ketika dia selalu berdakwah di tengah-tengah kemajemukan ini. dengan dakwah secara persuasifnya, Habib Luthfi sudah seharusnya menjadi contoh teladan bagi kita semua, karena dalam berdakwah, ia selalu mencampuri dakwah dengan bingkai cinta Tanah Air dan bangga berbangsa Indonesia. Ia mempunyai kedalaman ilmu yang mempuni, hingga mempermudah dalam mencerdaskan dan memberdayakan umat dan memperkokoh nasionalisme.

Di sisi lain, realitas bangsa ini yang masyarakatnya majemuk, kerap kali memunculkan sikap fanatisme bagi setiap kelompok yang berbeda. Implikasi negatif dari perbedaan sentimen kelompok terhadap kehidupan sosial dapat ditemukan di beberapa daerah yang sampai sekarang masih sering muncul konflik SARA. Konflik tersebut muncul, karena biasanya adanya tidak saling percaya antar kelompok masyarakat dan biasanya konflik muncul, karena adanya ceramah seorang tokoh yang menimbulkan emosional pendengarnya.

Adapun, beberapa konflik kerap terjadi, karena tak lepas dari dialektika kehidupan yang menjadi suatu realitas keadaan kehidupan bangsa ini. Untungnya semua itu terbendung, karena kokohnya Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika yang tetap kita pertahankan. Maka demikian, kita sudah seharusnya turut mengambil peran dalam memajukan bangsa dan menghindari masalah bangsa dari konflik sosial.

Habib Luthfi menyadari, bahwa bangsa ini sangat beragam dan rentan dengan konflik. Maka dari itu, dalam setiap ceramahnya dia sering membahas tentang upaya mengukuhkan persatuan negara serta menghormati dan menghargai orang lain tanpa memandang status keadaan sosial manusia. Habib Luthfi sering menyampaikan tentang pentingnya mencintai bangsa sendiri. Hal itu merupakan bentuk kecintaan Habib Luthfi terhadap bangsa ini.

Beruntung negeri ini memiliki seorang tokoh agama yang dalam berdakwah dia selalu menyiram perdamaian dalam bingkai cinta Tanah Air demi terwujudnya persatuan dan kesatuan bangsa. Habib Luthfi ulama kharismatik berjiwa nasionalis menjadikan agama Islam yang bernuansa Nusantara, sehingga negeri ini tetap diselimuti toleransi dan dinaungi oleh awan perdamaian yang menyejukkan kehidupan bermasyarakat.

Sementara itu, dalam rangka mewujudkan nilai-nilai nasionalisme, pada dasarnnya harus dijaga dan dilestarikan oleh segenap semua elemen anak bangsa tanpa terkecuali. Habib Luthfi tidak mempunyai beban dengan memaksakan semua masyarakat harus mempunyai jiwa nasionalisme, tetapi ia sudah berusaha dalam dakwahnya untuk menyebarkan toleransi dalam perbedaan. Dan sudah sewajarnya kita mengerti, jika negeri ini harus damai dan harus aman dari segala ancaman.

Dengan demikian, sudah dapat dibuktikan, bahwa Habib Luthfi adalah ulama nasionalis yang selalu memperjuangkan nilai-nilai kebangsaan terhadap semua kalangan dalam dakwahnya. Pemikirannya tentang nasionalisme patut kita contoh dan jadikan rujukan. Negeri ini takkan mampu membendung konflik yang berkelanjutan, jika tidak ada sosok seperti Habib Luthfi. Negeri ini membutuhkan lebih banyak ulama seperti Habib Luthfi dan membutuhkan anak bangsa yang berjiwa nasionalisme tinggi.

%d blogger menyukai ini: