Cendekiawan NU: Tolak Aksi Intoleransi atas Ahmadiyah

ISLAMRAMAH.CO, Cendekiawan Nahdlatul Ulama (NU) Zuhairi Misrawi atau akrab disapa Gus Mis menolak berbagai aksi intoleransi atas Ahmadiyah. Berikut pernyataan Gus Mis:

  1. Menyusul rencana sejumlah ormas yang akan menggelar demonstrasi menolak Ahmadiyah di Kabupaten, Bogor, perlu ditegaskan bahwa setiap warga mempunyai hak beroganisasi, berkelompok, dan menyampaikan pendapat. Maka dari itu, setiap kelompok hendaknya menghormati eksistensi kelompok lain, khususnya eksistensi Ahmadiyah yang sudah ada di negeri ini sejak sebelum kemerdekaan Republik Indonesia.
  2. Aksi demonstrasi ini ditengarai oleh beberapa pihak buntut dari surat edaran Bupati Bogor yang melarang aktivitas Ahmadiyah. Sikap kepala daerah tersebut telah menyebabkan adanya situasi yang tidak kondusif di Kabupaten Bogor, mengingat berpotensi adanya sikap intoleran terhadap Ahmadiyah.
  3. Tidak ada keraguan, bahwa Ahmadiyah adalah saudara kita sesama Muslim, yang melaksanakan Rukun Iman dan Rukun Islam. Hanya ada sedikit perbedaan dengan berbagai kelompok yang lain dalam beberapa hal, dan tugas kita agar saling menghormati dan saling menghargai.
  4. Maka dari itu, saya menolak adanya aksi intoleransi atas Ahmadiyah. Bupati dan sejumlah ormas hendaknya membangun sikap toleran di dalam intra-agama. Ahmadiyah ada hampir di sebagian besar pelosok negeri ini, dan mereka dapat melakukan ibadah dan aktivitas secara damai, bahkan bekerja sama dengan berbagai elemen bangsa, khususnya Nahdlatul Ulama. Mereka aktif dalam kegiatan donor darah, donor mata, kebersihan kota, pendidikan, dan aktivitas kemanusiaan lainnya.
  5. Hendaknya kita tidak meniru dan melakukan apa yang dilakukan India yang baru saja mengesahkan undang-undang yang bernuansa intoleran terhadap umat Islam, sehingga memunculkan sikap represif terhadap umat Islam. Ada sebagian kelompok yang mendemo dan memprotes terhadap sikap pemerintah India tersebut, tetapi di sisi lain mereka justru melakukan hal yang sama, yaitu intoleran dan represif terhadap kelompok Ahmadiyah. Ini justru sangat tidak masuk akal.

Zuhairi Misrawi, Cendekiawan Nahdlatul Ulama, Ketua Moderate Muslim Society (MMS)

Comments
Loading...