ISLAMRAMAH.CO, Pujian merupakan sikap yang apabila tidak disikapi dengan wajar bisa membuat seseorang merasa paling hebat dan paling baik. Tentu saja hal itu berbaya karena bisa menimbulkan sikap arogan dan merasa superior. Maka dari itu, Islam memberi rambu-rambu penting kepada umatNya untuk menyikapi pujian, sekaligus cacian dengan wajar-wajar saja, tidak perlu terlalu terlena, juga tidak perlu terlalu dimasukkan ke dalam hati.

Selaras dengan hal tersebut, Kiai Agoes Ali Masyhuri menghimbau agar masyarakat hati-hati terhadap pujian orang lain. Hal itu karena di satu sisi pujian bisa menjadikan seseorang lebih baik lagi, namun juga bisa menjerumuskan seseorang ke jurang keburukan. Kiai Agoes menyarankan agar pujian hanya dikhususkan kepada Allah Swt karena segala puji dan syukur hanya milikNya.

“Hati-hati dengan pujian karena ia kerap membuat Anda binasa. Pujian yang sesungguhnya hanya milik Allah,” tulis Kiai Agoes Ali Mayhuri dalam akun twitternya, Minggu (11/11).

Kiai asal Sidoarjo, Jawa Timur itu memberi pesan agar bersikap wajar ketika memperoleh pujian. Setiap manusia pasti pernah memuji dan memaki, namun bisa berubah-ubah. “Sikapilah pujian manusia dengan wajar, karena pujian manusia mudah berubah menjadi cacian,” jelasnya.

Tak hanya itu, ucapan berbentuk pujian juga bisa menjadi tameng semata untuk menutupi sikap pamrih yang terdapat di dalam jiwa seseorang. “Bahkan ucapan terima kasih seringkali dibungkus dengan pamrih,” pungkasnya.

%d blogger menyukai ini: