ISLAMRAMAH.CO, Rasulullah dikenal sebagai pribadi yang amat memperhatikan kelemahan kaum tua renta. Perhatian itu bukan hanya melalui nasehat atau kata-kata semata, melainkan juga dengan tindakan nyata. Dalam salah satu hadis, Rasul menyatakan, “Di antara keagungan Allah adalah memuliakan orang muslim yang telah beruban, penghafal al-Quran yang tidak menentukan harga, dan penguasa yang adil.”

Hadis ini merupakan salah satu hadis yang meninggikan derajat orang tua renta atau orang yang sepuh, sampai-sampai Nabi menempatkan posisinya terlebih dahulu dari penghafal Al-Quran dan penguasa yang adil. Padahal derajat keduanya sama-sama agung dan luhur. Hadis ini juga menegaskan bahawa kaum tua renta begitu mulia dan memiliki kedudukan yang terhormat.

Diriwayatkan, ada seorang kakek yang ingin bertemu Nabi Saw, orang-orang pun melambatkan langkah mereka demi memberikan kesempatan kepadanya. Setiba bertemu Nabi Saw, seorang kakek itu begitu dihormati dan diperlakukan lemah-lembut oleh Nabi. Nabi Bersabda, “Tidak termasuk golongan kami orang yang tidak menyayangi anak kecil dan tidak menghormati orang lanjut usia.”

Riwayat itu menegaskan bahwa Rasulullah Saw merupakan sosok yang begitu menghormati orang tua renta dan lemah. Karenanya, kita juga dianjurkan untuk memperlakukan kaum tua renta dengan baik, patut, dan penuh hormat. Terkait hal ini pun, Aisyah juga pernah meriwayatkan bahwa pada suatu ketika ada seorang nenek datang menemui Rasulullah, sementara beliau tengah bersamanya. Kemudian, beliau bertanya, “Siapakah engkau?”

“Aku adalah Jatstsamah al-Muzaniyah,” jawab sang nenek. “Justru engkau Hassanah al-Muzaniyyah, bagaimana keadaan kalian? Bagaimana kabar kalian? Bagaimana kalian setelah kami?” tanya Rasulullah Saw. “Baik, Ya Rasul,” jawabnya. Setelah sang nenek pulang, ‘Aisyah bertanya, “Wahai Rasul, engkau begitu baik menerima nenek itu.” “Dia pernah datang kepada kami pada masa Khadijah. Dan janji yang baik itu bagian dari iman,” jawabnya.

Anas bin Malik juga pernah meriwayatkan tentang kasih sayang Rasul terhadap kaum tua renta, Rasulullah bersabda, “Tidaklah seorang pemuda yang memuliakan orang renta karena usianya, kecuali Allah akan menakdirkan baginya orang yang memuliakan dirinya di kala tua.” Pesan itulah yang disampaikan Rasulullah kepada para pemuda untuk bersikap terhadap kaum tua renta.

Kita tahu, bahwa para pemuda hari ini adalah orang yang akan tua di hari esok. Artinya, pesan Nabi itu akan berlaku selamanya dan tanpa henti. Sebuah generasi diwasiati generasi yang lain. Dalam wasiat tersebut terkandung kabar gembira akan umur panjang disertai orang-orang saleh yang memiliki sikap mulia. Walhasil, sebuah balasan amal diperoleh dari amal serupa.

Demikianlah sikap dan perhatian serta kasih sayang Nabi terhadap kaum tua renta. Nabi memberi kedudukan mulai terhadap kaum tua renta karena mereka bagian dari kaum mustad’afin (kaum lemah). Melalui sikap mulai Nabi terhadap kaum tua renta, kita bisa mengambil pelajaran bahwa menjadi seorang muslim sejati haruslah menghormati orang-orang yang lemah.

%d blogger menyukai ini: