ISLAMRAMAH.CO, Dalam hadis lain, Rasulullah Saw bersabda: “Sesungguhnya apa yang paling aku takutkan kepada ummatku adalah para ulama yang menyesatkan.” (Diriwayatkan oleh Imam Ahmad bin Hanbal dan ath-Thabrani dari Abu Darda)

Penjelasan hadis di atas –sebagaimana dimaklumi orang-orang mukmin- bahwa Dajjal bertujuan menyesatkan manusia. Seperti ulama yang buruk, di satu sisi ia menyeru manusia untuk berpaling dari sikap mencintai dunia dengan lisannya. Tetapi di sisi lain, justru mengajak mereka untuk mencintai dunia dengan perbuatan dan sikapnya. Tentu saja perbuatan adalah bukti yang jauh lebih kuat dari perkataan, dan lebih jelas mengungkap maksud yang tersembunyi. Karena watak manusia cenderung meniru tingkah laku dan perbuatan daripada mencontoh perkataan lisan.

Kerusakan yang ditimbulkan oleh ulama yang diperdaya setan melalui perilaku dan perbuatan yang dilakukannya, jauh lebih besar dari apa yang dapat diperbaiki dengan ucapannya. Dalam situasi demikian, orang bodoh tidak akan berani mencintai dunia tanpa didahului keberanian ulama untuk melakukannya. Oleh karena itu, ilmu yang dimiliki ulama ini menjadi penyebab yang membangkitkan keberanian hamba-hamba Allah untuk melakukan maksiat secara terus-menerus.

An-Nafsu al-ammarah bi as-su’i (nafsu yang mengajak pada keburukan) dari orang ketiga ini semakin mempermainkan dirinya. Terkadang nafsu itu mendorongnya untuk mengangankan apa yang “jauh untuk dipakai” seperti surga dan pahala besar di akhirat. Kadang kala juga menggodanya untuk mengharap apa yang mudah diperoleh seperti kekayaan dan pengikut-pengikut setia.

Selain itu, kadang-kadang nafsu itu juga mengajak untuk melakukan perhitungan dengan Tuhan karena ilmu yang dimilikinya, seperti perkataan, “Ya Tuhan, aku telah melakukan kebajikan ini dan itu dengan ilmuku.” Kadang kala nafsu itu merusak hatinya sehingga ia beranggapan bahwa dirinya lebih baik dibanding hamba-hamba Allah yang lain karena banyaknya ilmu yang ia miliki.

Maka dari itu wahai para penuntut ilmu, jadikanlah dirimu salah seorang dari kelompok pertama. Kelompok yang akan memperoleh keselamatan. Waspadalah, jangan sampai engkau masuk dalam kelompok kedua, yaitu orang-orang yang berada di pinggir jurang kehancuran. Karena, berapa banyak orang yang menunda-nunda tobat, tiba-tiba ajal datang menjemputnya sebelum ia sempat bertobat sehingga ia menjadi sesat dan celaka. Ia menjadi orang yang paling berduka dan menyesal di akhirat, sebuah penyesalan yang tidak berguna bagi dirinya.

Waspadalah, sekali lagi waspadalah. Jangan sampai engkau salah seorang menjadi golongan ketiga ini. mereka adalah orang-orang yang celaka, yang dipermainkan oleh nafsu. Jika engau tidak mewaspadainya, engkau pun akan celaka tanpa ada harapan datangnya keselamatan dan keberuntungan.

%d blogger menyukai ini: