ISLAMRAMAH.CO, Ketika setan menggiringmu meniti jalan keburukan dalam wadah kebaikan, ia akan membisikkan kepadamu perihal keutamaan-keutamaan ilmu yang bermanfaat dan derajat ulama yang mengamalkan ilmunya berdasarkan timbangan syariat. Tidak hanya itu, setan-setan itu juga menuturkan kepadamu sabda-sabda Rasulullah dan perkataan para sahabat dan tabi’in, seperti sabda-sabda Rasulullah berikut ini:

  • “Memandang ulama walau sekali saja lebih dicintai Allah daripada melaksanakan ibadah puasa dan shalat malam seribu tahun.”
  • “Manusia itu terdiri dari dua golongan; ulama dan penuntut ilmu, dan selebihnya adalah hamaj”. Hamaj adalah serangga kecil sejenis nyamuk yang berkerumun di kepala keledai atau kambing-kambing berpenyakita.
  • “Keutamaan ulama atas ahli ibadah sebesar 70 derajat; masing-masing derakat luasnya seluas langit dan bumi.”
  • Siapa yang tidak berduka dengan wafatnya ulama maka ia adalah orang munafik. Karena sesungguhnya tidak ada bencana yang lebih besar dari kematian seorang ulama.”
  • Sedikit amal yang dilakukan dengan ilmu akan bermanfaat, dan amal perbuatan meskipun banyak namun tanpa ilmu maka tidaklah bermanfaat.”
  • Umar bin Khattab berkata, “Kematian seribu ahli ibadah yang senantiasa bangun malam untuk shalat dan berpuasa di siang hari, lebih ringan dari kematian satu orang alim yang mengetahui apa yang dihalalkan Allah dan apa yang diharamkannya, walaupun ia tidak mengerjakan sesuatu melebihi amalan-amalan ”
  • Ar-Rabi berkata, “Para ulama adalah pelita sepanjang masa, dan masing-masing ulama menjadi pelita bagi zamannya, yang dijadikan penerang oleh orang-orang pada zamannya.”

Pada saat yang sama, setan akan membuat dirimu mengabaikan sabda-sabda Rasulullah saw. seperti termaktub di bawah ini:

“Barang siapa yang bertambah ilmunya, tetapi tidak bertambah petunjuk (atas) dirinya, maka ia pun bertambah jauh dari Allah.”

“Orang yang paling pedih azabnya pada hari kiamat adalah orang alim yang tidak diberi manfaat ilmunya oleh Allah.” (HR. Ath-Thabari, ‘Abdullah bin ‘Adi, dan al-Baihaqi dari Abu Hurairah ra.)

Rasulullah saw senantiasa berdoa sebagai pengajaran bagi umatnya dengan doa berikut ini:

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dan hati yang tidak pernah khusuk, dari amal perbuatan yang tidak terangkat, dan dari doa yang tidak didengar.” (HR. Ahmad bin Hambal dan Muhammad bin ‘Abdullah al-Hakim dari Anas bin Malik ra.)

%d blogger menyukai ini: