ISLAMRAMAH.CO, Nabi Muhammad Saw dikenal bukan hanya sebagai pribadi yang memiliki sikap luhur, rendah hati, dan kasih sayang terhadap orang-orang yang telah dewasa semata, melainkan juga memiliki sikap lembut dan menyayangi anak-anak. Nabi telah menjadikan hidupnya untuk memberi perhatian khusus terhadap anak-anak. Bahkan dalam banyak kesempatan, secara eksplisit Nabi mengajarkan kepada umatnya agar memperlakukan anak-anak dengan kasih sayang.

Perhatian dan kasih sayang Nabi kepada anak-anak terlihat ketika Nabi memperpanjang sujudnya saat melaksanakan shalat  agar tidak mengganggu cucunya, Hasan dan Husain. Diriwayatkan oleh Syadad ibn al-Had, “Suatu ketika Rasulullah Saw keluar bersama kami untuk menunaikan shalat Isya. Waktu itu, beliau menggendong Hasan dan Husein. Setelah meletakkan sang cucu, beliau lantas mengawali shalatnya dengan takbir. Namun pada saat sujud, beliau lama sekali. Karena penasaran, aku pun mengangkat kepala, dan ternyata sang cucu berada di punggung Nabi yang sedang sujud. Aku pun kembali sujud.”

Seusai shalat para sahabatnya bertanya, ‘Wahai Rasulullah, tadi sewaktu shalat engkau melamakan sujud, sampai-sampai kami mengira terjadi sesuatu, atau ada wahyu yang turun kepadamu.’ Nabi menjawab, ‘Tidak terjadi apa-apa. Tadi cucuku beralih kepadaku. Aku tak mau memburu-buru dia pergi sampai selesai keperluannya.’

Dalam kesempatan yang lain, Rasulullah justru mempercepat shalatnya. Mengapa? Karena beliau mengetahui kelemahan anak yang lain. Sebagaimana diriwayatkan Anas ibn Malik ra, Rasulullah bersabda, “Aku sedang shalat dan sedianya ingin melamakannya, tapi aku mendengar tangisan seorang anak kecil. Akhirnya, aku shalat hanya memenuhi kewajibannya saja karena tahu bagaimana kepayahan sang ibu dari suara tangisan anaknya.” Karena itu Anas bin Malik menuturkan, “Aku belum pernah melihat seseorang yang lebih sayang kepada keluarganya selain Rasulullah Saw.”

Dalam kesempatan lain, Nabi seringkali meluangkan waktu untuk bersenda gurau dengan anak-anak. Usamah ibn Zayd mengisahkan, “Pada suatu hari, Nabi mendudukkanku di pangkuannya. Beliau juga mendudukkan al-Hasan di paha yang lain. Nabi kemudian mendekatkan kami seraya berdoa, ‘Ya Allah, sayangilah keduanya karena aku menyayangi mereka.’

Rasulullah juga tidak pernah membebani anak-anak di luar kemampuan mereka. Dikisahkan, pada saat perang Uhud, beliau didatangi beberapa anak yang ingin ikut berperang. Namun, Rasul menolak karena mereka masih kecil. Mereka adalah ‘Abdullah ibnu ‘Umar ibn al-Khathab, Usamah ibn Zayd, Usaid ibn Zhuhair, Zayd ibn Tsabit, Zayd ibn Arqam, ‘Arabah ibn Aus, ‘Amr ibn Hazm, Abu Said al-Khudri, dan Sa’d ibn Habah.

Perhatian dan perlindungan Rasulullah terhadap anak-anak bukan sekedar perlakuan sepintas dan terjadi sewaktu-waktu, melainkan berlangsung berulang-ulang hingga para anak kecil kerap menemuinya sepulang beliau bepergian. Rasul pun tak segan mengajak mereka bermain atau bersenda gurau.

%d blogger menyukai ini: