Quraish Shihab: Ibrahim Mengumandangkan Tuhan Maha Esa

ISLAMRAMAH.CO, Hari Raya Idul Adha merupakan momentum untuk meneladani Nabi Ibrahim yang mampu memegang teguh keimanan kepada Allah Swt meskipun melalui berbagai rintangan dan ujian yang amat dahsyat. Ada banyak pelajaran yang bisa diambil dari kisah Nabi Ibrahim, salah satu di antaranya adalah melaluinya, kita disadarkan bahwa Tuhan adalah Maha Esa.

Di masa dulu, bahkan masih ada sebagian kecil terjadi di era ini, manusia banyak memberhalakan makhluk-makhluk Allah. Bahkan nabi-nabi sebelum Ibrahim mengenalkan Tuhan kepada manusia namun sebatas kesukuan. Orang menganggap bintang sebagai Tuhan, ada yang percaya bulan sebagai Tuhan, ada pula yang meyakini matahari sebagai Tuhan dan sebagainya.

Nabi Ibrahim kemudian memperkenalkan bahwa Tuhan itu Maha Esa, Tuhan itu satu, meskipun keyakinannya harus melalui perjalanan panjang pencarian Tuhan. Menurut pakar tafsir terkemuka, Prof Dr Quraish Shihab, melalui Nabi Ibrahim Allah memperkenalkan kepada manusia bahwa ia Maha Esa. Nabi Ibrahim memperkanalkan satu Tuhan untuk seluruh alam.

“Nabi Ibrahim lah yang mengumandangkan tentang ketuhanan yang Maha Esa. Nabi-nabi sebelum Ibrahim memperkenalkan Tuhan sebagai Tuhan suku. Nabi Ibrahim memperkenalkan Tuhan seluruh sekalian alam. Bukan Tuhan Matahari, Tuhan Bintang, Tuhan bulan, Tuhan manusia, Tuhan jin, Tuhan Malaikat. Dia perkenalkan Tuhan seluruh sekalian Alam,” jelas Prof Quraish dalam salah satu videonya di Chanel Youtube Shihab dan Shihab (20/8).

Karena itu, Nabi Ibrahim dianggap sebagai bapak dari agama-agama besar, yakni Islam, Yahudi dan Nasrani. Ia begitu dihormati dan dimuliakan oleh umat beragama di dunia. Bagi umat Islam, Hari Raya Idul Adha merupakan momentum untuk menghormati dan meneladai Nabi Ibrahim. “Itu sebabnya Nabi Ibrahim sangat dihormati oleh semua agama. Agama Yahudi, Nasrani dan Islam. Karena beliau adalah bapak Nabi-nabi,” ulasnya.

Prof Quraish Shihab juga menggarisbawahi, bahwa amat banyak keistimewaan yang disandangkan kepada Nabi Ibrahim. Salah satunya ia disebut sebagai ummat. Ia menghimpun di dalam dirinya ummat manusia, yang tidak mengkotak-kotakkan suku, ras, budaya, bahkan agama. Di dalam diri Ibrahim terpancar persaudaraan yang amat kuat di antara umat manusia.

“Banyak keistimewaan Nabi Ibrahim. Al-Quran menamai Ibrahim ummat. Ummat itu kan orang banyak. Ibrahim yang seorang ini dinamai Tuhan ummat. Yakni menghimpun di dalam dirinya aneka keistimewaan yang tidak bisa disandang kecuali orang banyak,” pungkas pendiri Pusat Studi Al-Quran itu.

Comments
Loading...