ISLAMRAMAH.CO, Puasa ramadhan tidak hanya tentang menahan makan dan minum semata, melainkan juga pengendalian diri dari segala bentuk syahwat manusiawi untuk kemudian menciptakan manusia yang memiliki kualitas moral dan spiritual yang baik. puasa juga mengajarkan bahwa menahan hawa nafsu sejatinya lebih berat daripada menahan lapar dan dahaga.

Pesan tersebut disampaikan KH Yusuf Chudlori atau dikenal Gus Yusuf, pada salah satu ceramahnya di Youtube. Gus Yusuf berpandangan, puasa merupakan riyadhah (upaya) seorang muslim untuk menjadi insan sempurna. Dimulai dengan menahan diri dari makan dan minum kemudian menahan amarah dan segala hawa nafsu yang bermuara pada kemadharatan atau keburukan.

“Puasa  tidak sebatas fisik, karena puasa esensinya adalah menahan amarah, menahan nafsu kita. Jadi puasa adalah uapaya untuk menjadikan muslim yang sempurna,” ujar kiai muda yang juga Pengasuh Pesantren Tegalrejo, Magelang itu.

Gus Yusuf menekankan, untuk mencapai muslim yang sempurna, tentu saja selain menjalankan perintah Allah, juga harus mampu menjaga lidah atau perkataannya. Menurutnya, percuma berpuasa dari pagi sampai maghrib apabila masih sering mencaci maki orang lain, atau menyebarkan hoaks dan provokasi. Sikap seperti itu tidak mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan dahaga.

“Muslim yang sempurna di samping orang yang rajin shalat, puasa dan haji adalah orang yang mampu menjaga lisannya. Anda puasa tapi lisanya masih digunakan untuk mencaci maki, menyebarkan hoaks, menyebarkan provokasi, maka puasanya akan mendapatkan lapar dan dahaga saja,” pungkas Gus Yusuf.

%d blogger menyukai ini: