ISLAMRAMAH.CO, Spirit agama dan nasionalisme harus saling bersinergi untuk membangun peradaban Islam yang damai dan terhindar dari konflik. Tanpa mempersatukan keduanya, konflik antar kelompok dan golongan tak mungkin bisa dihindarkan. Hal itu telah terbukti dengan konflik sektarianisme yang melanda Timur Tengah dan sampai saat ini pun belum bisa damai.

Pesan itulah yang disampaikan Kiai Said Aqil Siroj dalam salah satu ceramahnya yang diunggah di Youtube. Menurut Kiai Said, tokoh pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH Hasyim Asy’ari merupakan sosok yang memiliki pandangan jauh ke depan, yaitu mensinergikan antara spirit agama dan nasionalisme. Di Timur Tengah, para ulama banyak yang tidak nasionalis, sedangkan para nasionalis bukan ulama. Akibatnya, nasionalisme dan agama kerapkali bertentangan yang kemudian melahirkan konflik sektarianisme.

“Jauh sebelum berdirinya Nahdlatul Ulama (NU) secara resmi, sebelum berdirinya NKRI, KH Hasyim Asy’ari sudah mempunyai nadhrotul wajhah al-baidah (visi ke depan yang jauh), yaitu mensinergikan semangat Islam dan semangat nasionalisme,” jelas Kiai Said.

Kiai yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu menambahkan, beberapa negara-negara di Timur Tengah mayoritas berpenduduk Islam, namun konflik tetap terjadi. Hal itu membuktikan bahwa agama saja tidak bisa menyatukan ummat. Karena itu, agama dan nasionalisme harus menyatu.

“Terbukti sekarang Afghanistan seratus persen penduduknya Muslim, Somali seratus persen Muslim, tapi perang terus selama puluhan tahunkarena tidak punya komitmen wataniyah, tidak punya komitmen kebangsaan untuk menjaga keutuhan negerinya,” ungkapnya.

Menurut Kiai Said, semangat beragama harus diperkuat dengan semangat kebangsaan. Agama tanpa nasionalisme terbukti tidak mampu menyatukan ummat, sebaliknya nasionalisme tanpa agama tidak memiliki nilai-nilai. Karena itu, agama dan nasionalisme tidak bisa dipisahkan.

“Islam saja belum bisa menyatukan ummat, harus diperkuat dengan semangat wataniyah, semangat kebangsaan. Nasionalisme akan menjadi kering, tidak punya nilai, kalau tidak diisi nilai-nilai spirit agama. Oleh karena itu, Islam dan nasionalisme jangan dipertentangkan,” pungkasnya.

%d blogger menyukai ini: