ISLAMRAMAH.CO, Pancasila sudah final! Begitulah pesan ulama-ulama mu’tabarah di Indonesia. Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah sebagai dua organisasi Islam terbesar di Indonesia telah menegaskan bahwa Pancasila tidak perlu lagi dipersoalkan, karena Pancasila intisari ajaran Islam. Namun demikian, isu penolakan Pancasila masih saja terus bergulir. Tentu saja oleh sebagian kelompok yang tidak memahami esensi Pancasila itu sendiri.

Di tengah maraknya permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini, hembusan isu penggantian dasar negara menambah daftar panjang permasalahan yang semakin pelik dihadapi. Oleh karena itu, seluruh lapisan masyarakat harus menegaskan kembali melalui framing yang sama, yaitu Pancasila sudah final.

Pesan itulah yang disampaikan oleh tokoh Nahdlatul Ulama Jawa Tengah, KH Ahmad Chalwani Nawawi dalam menyikapi sebagian kelompok yang masih meragukan Pancasila sebagai dasar negara karena berbenturan dengan syariat Islam. Padahal Pancasila bukan hanya tidak melanggar nilai-nilai luhur agama, melainkan juga esensi kandungan ajaran agama.

Menurut Kiai Chalwani, butir-butir sila dalam Pancasila sesuai dengan tujuan syariat Islam yaitu maqashidus syariah. Formalisasi Pancasila ke dalam suatu agama tertentu hanya akan memecah kerukunan antar umat beragama yang selama ini diperjuangkan oleh ulama.

Kiai yang juga Pengasuh Pondok Pesantren An Nawawi, Purworejo Jawa Tengah tersebut menjelaskan perdebatan tentang Pancasila sudah selesai saat para founding father negara ini dahulu mensahkan Pancasila sebagai dasar negara dalam sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).

Seluruh perwakilan elemen masyarakat yang dahulu melakukan sidang tersebut sudah sepakat untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi pemersatu. Hal inilah yang harus dipahami oleh masyarakat Indonesia saat ini. “Perdebatan tentang Pancasila dan syariat Islam sudah selesai saat para founding father duduk bersama merumuskan dasar negara,” ungkap Kiai Chalwani.

Ulama yang dikenal sebagai mursyid Tariqah Qadiriyah Naqsabandiyah (TQN) tersebut menambahkan, para pendiri bangsa ini yang di dalamnya juga ada tokoh Islam sudah sepakat dan berjanji bersama Pancasila sebagai dasar negara. Sikap yang diambil tokoh Islam tersebut tidak mencirikan bahwa umat Islam kalah, namun sebagai sikap kebesaran hati untuk bergandengan tangan dengan pemeluk agama lain dan bersatu membangun negeri ini.

“Maka setiap generasi penerus wajib turut serta mempertahankan ideologi Pancasila sebagai dasar negara,” tandasnya di tengah maraknya isu kelompok masyarakat yang anti Pancasila.

Kiai Chalwani berpesan kepada umat Islam khususnya warga NU agar bisa meneladani para ulama pendahulu kita yang berhasil menorehkan prestasi dengan melahirkan negara yang aman dan mengayomi segala perbedaan. Upaya menggantikan Pancasila sesungguhnya menciderai nilai-nilai luhur warisan ulama.

“Sebagai warga NU tegas harus berpegangan pada hasil Musyawarah Nasional (Munas) NU di Situbondo yang sudah memutuskan Pancasila final. Dasarnya adalah ayat al-Quran yang artinya orang Islam itu harus sesuai janjinya,” pungkas Kiai yang tinggal di Purworejo tersebut.

%d blogger menyukai ini: