ISLAMRAMAH.CO, Mahbub Djunaidi menjadi inspirasi bagi pemudi-pemudi Islam di Indonesia dalam keteladanannya sebagai aktivis pergerakan, kolumnis, politikus, sastrawan sampai menjadi pemimpin organisasi. Ketekunannya dalam membela hak-hak kaum lemah menjadikannya sebagai maha guru aktivis pemuda Islam di Indonesia. Selain itu, kepiawaiannya dalam menulis, menjadikannya sebagai seorang yang dijuluki pendekar pena di Indonesia.

Pesan itulah yang mengemuka saat acara malam puisi dalam rangka Haul Mahbub Djunaidi di Jakarta (19/10). Menurut narasumber dalam acara itu, Fariz, kegiatan itu bukan hanya dalam rangka mengenang Mahbub Djunaidi, melainkan juga mengkontekstualisasi pemikiran Mahbub, baik sebagai sastrawan, aktivis sampai politikus.

“Kami ingin bukan saja mengenang, namun juga meneladani perjuangan Mahbub Djunaidi dalam konteks luas, baik Mahbub sebagai sastrawan, tokoh pergerakan, kolumnis, maupun sebagai politikus,” jelas Fariz, Sabtu (20/10).

Sebagai maha guru aktivis mahasiswa di Indonesia, Mahbub dianggap sebagai inspirasi bagi generasi muda masa kini untuk mengkontekstualisasi pemikirannya yang kritis dalam bentuk tulisan. “Generasi hari ini harus mengambil pelajaran dari Mahbub Djunaidi, bagaimana mengemas kritik dalam bentuk tulisan,” ucap kandidat Doktor Linguistik UGM Yogyakarta itu.

Fariz menambahkan, Mahbub tidak hanya piawai dalam menulis, tetapi juga dalam bermusik. Menurutnya, Mahbub dan musik menjadi dua hal yang tidak dipisahkan. Di dalam diri Mahbub terpatri jiwa aktivis beriringan dengan musik. “Jadi, Mahbub dengan musik itu dua sisi mata uang. Tulisan Mahbub adalah “musik” itu sendiri. Mahbub adalah puisi yang tak terprosakan,” ujarnya.

Acara malam puisi tersebut dimeriahkan sejumlah musisi kondang tanah air di antaranya grup band Marjinal, Beben Jazz, Dik Doang, Komunitas Jazz Kemayoran, Are U Alone, Ulil Abshar Abdalla, dan sejumlah penyair di Ibu Kota.

%d blogger menyukai ini: