ISLAMRAMAH.CO, Beragama pada hakikatnya adalah menampakkan keindahan yang bersumber dari ajaran agama. Salah satu hal paling mudah yang bisa diwujudkan untuk menunjukkan keindahan agama adalah menebar senyum kepada sesama muslim maupun pemeluk agama lain. Oleh karena itu, Islam sejatinya menganjurkan kepada umat Islam untuk senantiasa menebar senyum kepada orang lain.

Pesan itu disampaikan oleh Pengasuh Ma’had Darul Musthofa, Yaman Habib Umar Al Hafiz dalam suatu ceramahnya yang diunggah di Youtube. Habib Umar mengisahkan, salah satu akhlak utama Nabi Muhammad SAW adalah menebar senyuman kepada para sahabat. Hal ini tentu bertentangan dengan akhlak para pendakwah yang keras dan kerap menampilkan kemarahan. Ironis, karena mereka merasa dekat dengan Allah dan mengikuti akhlak Nabi, namun menampakkan kesinisan dan gelagat tidak bersahabat.

“Sebagian sahabat berkata, Aku tidak pernah melihat seseorang yang banyak tersenyum melebihi Rasulullah, sekarang bandingkan dengan orang-orang yang katanya ingat kepada Alllah, tapi selalu cemberut di hadapan yang lain tidak tampak senyuman dari wajahnya dan tidak ada keceriaan di dalamnya,” papar Habib Umar.

Habib yang dikenal karena keluasan ilmunya tersebut menegaskan, orang yang selalu menampakkan raut muka tidak bersahabat terhadap orang lain sesungguhnya sudah jauh dari nilai-nilai agama yang diajarkan Nabi Muhammad. Dalam setiap aktifitasnya, Nabi selalu menebar senyum dan keramahan, bukan cemberut dan kesinisan.

“Hai Fulan ini bukan agama! Agama bukan seperti ini, Nabi Muhammad banyak tersenyum kepada sahabatnya, tersenyumlah biarkan orang tau sedikit gigi-gigimu biarkan orang lain melihat kecerian di wajahmu,” tegas Habib Umar.

Habib Umar mengingatkan, salah satu kebaikan yang seringkali diremehkan adalah memberikan senyuman, padahal para salafussalihin sangat menekankan akhlak tersebut. Para salafussalihin walaupun memiliki rasa takut kepada Allah, namun saat mereka bertemu orang pasti akan senantiasa tersenyum.

“Jangan pernah kalian meremehkan kebaikan walau itu hanya senyum dari saudaramu. Begitulah ajaran para ulama dan orang-orang beriman, walaupun ada rasa takut dan khusyuk kepada Allah namun setiap bertemu mereka saling tersenyum,” pungkas Habib yang dikenal karena kesejukan dakwahnya tersebut.

%d blogger menyukai ini: