ISLAMRAMAH.CO – Cahaya Mohamed Salah terus bersinar di jagad sepakbola Inggris. Gol demi gol terus dilesakkan oleh Salah. Dalam laga terakhir melawan West Bromwich Albion, Salah juga mencetak goal indah. Dalam 46 pertandingan di semua laga, Salah telah mencetak 41 gol dan 11 assists.

Asosiasi Pesepakbola Profesional (FPA) menobatkan Salah sebagai pemain terbaik musim 2017/2018 mengalahkan Kevin De Bruyne, pemain Manchester City yang menjuara Liga Inggris tahun ini. Kemenangan Salah sangat mengejutkan karena Liverpool diprediksi hanya berada di posisi ketiga papan klasemen Liga Inggris, di bawah Manchester United.

Jika melihat prestasi Manchester City yang sudah pasti menjadi juara Liga Inggris musim ini, mestinya Kevin De Bruyne yang terpilih sebagai pemain terbaik. Tapi FPA akhirnya memilih pemain Muslim kelahiran Mesir itu.

Keputusan FPA tersebut mengacu pada pencapaian Salah dalam Liga Inggris yang sejauh ini sudah mencetak 31 gol dan 9 assists. Salah masih menjadi top scorer Liga Inggris hingga saat ini dan kemungkinan susah dikejar oleh para kompetitornya, seperti Harry Kane dan Kun Aguero.

Pencapaian spektakuler Salah tersebut sontak mendapat sambutan gegap-gempita dari para pendukungnya di Mesir. Pesepakbola Mesir seperti El-Nenny, Hijazi, Syubir, Mido, dan lain-lain mengucapkan selamat kepada Salah atas prestasi yang mentereng itu.

Di Mesir, Salah selalu menjadi oase untuk menumbuhkan harapan bagi setiap anak-anak muda. Di tengah situasi Mesir yang terus tidak menentu, mereka menggantungkan harapan agar lahir talenta-talenta muda seperti Salah dalam berbagai bidang, tidak hanya di sepakbola. Ketekunan, keuletan, dan kerja keras akan mengantarkan orang Mesir ke panggung dunia.

Menurut Zuhaiari Misrawi, tokoh muda NU, Salah tidak hanya menjadi pesepakbola terbaik di Liga Inggris tahun ini, tetapi juga menjadi duta Islam yang moncer. “Melalui keahliannya dalam melesakkan bola ke gawang, ia menjadikan Islam dikenal sebagai agama yang menyejukkan. Salah telah menjadi dai di lapangan hijau, sehingga Islam dikenal sebagai agama yang ramah di Eropa”, ujar putera jebolah Fakultas Ushuluddin Universitas al-Azhar, Kairo, Mesir itu.

Maka dari itu, menurut Zuhairi Misrawi, Salah bukan hanya menjadi pemain terbaik musim ini, tetapi lebih dari itu Salah justru menjadi duta Islam Ramah di Inggris, bahkan juga di Eropa dan Dunia.

Orang Mesir selalu mempunyai alasan untuk mengatakan, “Kami adalah nenek-moyangnya dunia (ihna ummud dunya)”. Ya Salah membuktikan, bahwa Mesir masih menjadi ummud dunya, karena bisa melahirkan sosok cemerlang dan bintang bersinar seperti Mohamed Salah. Mabruk Ya Salah….

%d blogger menyukai ini: