Hikmah

Vaksinasi Virus Radikalisme

Pada hari Rabu (13/01/2020), Presiden Joko Widodo telah menjadi orang pertama yang disuntikkan vaksin Covid-19. Jokowi meyakinkan publik akan pentingnya vaksinasi nasional demi keberlangsungan kehidupan yang terbebas dari virus korona. Akan tetapi, jangan sampai kita melupakan pentingnya vaksinasi dalam bentuk lain yang juga sedang menjangkit masyarakat Indonesia, yakni vaksinasi virus radikalisme. Pandemi Covid-19 yang mendera seluruh dunia, tidak mengurangi ancaman serius virus radikalisme dan keamanan. ... READ MORE.......

Khairu Ummah, antara Klaim dan Realitas

Ada satu ayat al-Quran yang sedang mengalami ambivalensi ketika diperhadapkan dengan situasi saat ini. Hal tersebut karena keberadaannya ditarik ulur antara idealita pesan wahyu dan realitas. Dalam surat Ali Imron [3] ayat 110, Allah menaruh standar unggul dengan menyebut umat Islam sebagai khairu ummah (umat terbaik). Sedangkan, kenyataannya umat Islam tengah mengalami keterpurukan identitas sejak berabad silam. Kita seolah kehabisan energi untuk mengejar kemajuan modernitas dan untuk berkontribusi dalam trajektori peradaban dunia. ... READ MORE.......

Ibu, Inspirasi Generasi Nasionalis

22 Desember menjadi momentum kita memperingati Hari Ibu setiap tahun. Peringatan Hari Ibu idealnya sudah bukan lagi seremoni tanpa substansi, melainkan harus dimaknai sebagai momentum penuh esensi. Menkontekstualisasikan Ibu sebagai rangka memberdayakan dan memantapkan sumber kasih sayang dan inspirasi. Pendidik pertama untuk para generasi bangsa yang nasionalis. Bung Karno mewanti-wanti, bahwa wanita adalah tiang negara, apabila dia baik maka baiklah negara, dan apabila dia rusak maka rusaklah negara itu. ... READ MORE.......

Mengayomi Keluarga, Jihad Emak-Emak

Aksi emak-emak ‘jihad’ di media sosial nampaknya kian menyimpang saja. Mulai dari video viral yang berisi sekelompok emak-emak minta ditahan gantikan Imam Besarnya di tahanan, sampai seorang emak berinisial RW (53 tahun), membuat konten berupa video di aplikasi TikTok yang menyebut polisi Dajjal karena telah menahan Muhammad Rizieq Syihab (MRS), membuat saya geleng-geleng kepala melihatnya. ... READ MORE.......

Hentikan Budaya Victim Blaming terhadap Perempuan Korban Kekerasan

Setiap tahun, 25 november sampai 10 Desember ditonjolkan sebagai 16 hari kampanye anti-kekerasan terhadap perempuan. Rentang waktu ini biasanya diisi dengan aktivisme untuk memerangi kekerasan pada perempuan. Di twitter, kita dapat menelusuru aktivisme ini melalui beberapa tagar seperti #16HAKTP dan #16DVAW. Beberapa tagar yang terkait dengan 16 Hari Anti-Kekerasan Terhadap perempuan hari ini, menampilkan tidak sedikit potret masalah keadilan perempuan di negeri ini. ... READ MORE.......

Melawan Kekerasan terhadap Perempuan dalam Rumah Tangga

Selama Covid-19 mewabah, selama itu pula perempuan kian rentan menjadi korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Namun menariknya, masih banyak para istri yang lebih memilih bertahan hidup bersama suaminya, karena menganggap perilaku suaminya hanya kekhilafan sesaat, memikirkan kepentingan anak-anak, takut berpisah, bahkan tak sedikit takut menyandang gelar janda. ... READ MORE.......

Ilmu, Tiket Kemuliaan Dunia dan Akhirat

Ilmu ibarat variabel yang akan menghasilkan efek atau bekas, sehingga bisa memberikan pengaruh. Ilmu juga menjadi faktor yang amat determinan atas segala sesuatu. Atas dasar ini, dapat dipastikan bahwa tidak sama antara seorang yang berilmu dengan yang tidak. Baik dari segi cara pandang maupun kedudukannya. Tak heran jika al-Quran menegaskan, dengan nada sedikit menyindir, bahwa adakah sama antara orang yang berilmu dengan orang yang tak mengetahui? Perihal ini disebutkan dalam surat az-Zumar [39]: 9. Menunjukkan akan urgensi ilmu yang tak terbantahkan. ... READ MORE.......

Daya Pikat Islamisme dan Konservatisme di Media Sosial

Dewasa ini, kelompok Islamisme dan Konservatisme semakin gencar dominan dan menghegemoni media sosial kita. Meski Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) telah dibubarkan, akan tetapi faktanya kian menggalakkan pergerakan mereka dalam opini dan eksistensi paham khilafahnya melalui derasnya hashtag seperti #khilafahadalahsolusi, #khilafahuntukindonesia dan seterusnya. ... READ MORE.......

Wajah Dakwah Menakutkan di Media Sosial

Modernitas telah membawa perubahan sosial bagi masyarakat. Media sosial misalnya, dalam banyak hal telah mengubah seluruh aspek kehidupan, tidak terkecuali agama. Salah satu fenomena keagamaan baru yang muncul adalah adanya pergeseran otoritas keagamaan (religious authority shifting). Bermodalkan gawai, seorang dapat mengakses informasi keagamaan dengan mudah dan cepat, akan tetapi kemudahan itu telah menawarkan informasi agama yang variatif, sehingga tak sedikit isi dakwahnya yang menjurus kepada ujaran kebencian, fitnah, propaganda, adu domba, dan dakwah menakutkan lainnya yang ada di media sosial. ... READ MORE.......