Sunan Kudus Merajut Ukhwah Muslim-Hindu

KhazanahSunan Kudus Merajut Ukhwah Muslim-Hindu

Sunan Kudus dalam kesehariannya menampakkan wajah Islam ramah yang mampu menghormati budaya agama lain di sekitarnya. Keyakinan Sang Wali abad ke-16 M terhadap kebenaran ajaran islam tidak membuatnya terjebak dalam lingkaran nafsu truth claim berlebihan, namun sebaliknya, Sunan Kudus mengajarkan pentingnya adaptasi dan menghargai keyakinan agama lain. Sunan Kudus dikenal dengan keindahan akhlanya dalam menyesuaikan praktik keagamaan agar masyarakat Muslim hidup harmonis dengan umat agama lain.

Sudah mahsyur diketahui bagaimana akhlak Sunan Kudus terhadap pemeluk agama Hindu. Di mana, untuk menghormati keyakinan umat Hindu dalam masyarakatnya, Sunan Kudus melarang menyembelih sapi, hewan yang dimuliakan dalam ajaran Hindu. Bahkan, ketika Idul Adha sekalipun, dia lebih memilih menyembelih kerbau daripada sapi. Hal itu Sunan Kudus lakukan untuk menjaga perasaan umat agama lain sekaligus merajut kerukunan di tengah perbedaan agama.

Akhlak Sunan Kudus dalam menghormati keyakinan umat Hindu, membekas dalam ingatan kolektif masyarakat melalui cerita turun temurun antara Sunan Kudus dengan sekawanan sapi. Dalam Atlas Wali Songo (2018) dikisahkan bahwa, suatu waktu Sunan Kudus tersesat di sebuah lembah dalam perjalanan dakwahnya. Hutan di lembah itu sangat lebat, sehingga membuat Sunan Kudus kehilangan arah. Dia tak tahu harus pergi ke mana.

Sunan Kudus terus mencari jalan ke luar. Hingga menjelang sore, dia mendengar suara genta (giring-giring) yang ternyata berasal dari sekawanan sapi yang sedang berjalan. Maka, sang wali kemudian mengikuti sekawanan sapi itu. Ternyata, lewat sekawan sapi, dia pun mendapat arah, dan berhasil keluar dari dalam hutan, hingga sampai di sebuah desa. Sejak saat itu pula, Sunan Kudus mewanti-wanti penduduk untuk tidak memakan daging sapi dan menjadikan kerbau sebagai alternatifnya.

Baca Juga  Ngaji Maraqi Al-‘Ubudiyah: Pujian Kepada Allah dan Nabi Muhammad

Sebagaimana penjelasan Agus Sunyoto (2018), hingga saat ini larangan Sunan Kudus untuk mengkonsumsi kerbai tetap ditaati oleh masyarakat Kudus. Kota ini pun terkenal dengan hidangan khas Soto daging yang diolah dari daging kerbau.

Gambaran bahwa Sunan Kudus yang mendapat petunjuk lewat berkat sekawanan sapi yang dimuliakan dalam ajaran Hindu, memiliki makna tersirat kerja sama antara Muslim dan Hindu. Artinya, cerita itu mengajarkan bahwa dalam upaya mewujudkan kehidupan yang damai, kita harus mengedepankan penghormatan terhadap keyakinan umat lain.

Sang wali paham betul bahwa dalam beragama dan berdakwah jangan sampai terjebak truth claim. Sebab, maslahat kehidupan justru dapat tercapai bila mana umat Muslim dan Hindu, serta umat agama lainnya, dapat saling menjalin relasi sehat, demi wujudnya kehidupan yang rukun dan damai di tengah kemajemukan agama.

Artikel Populer
Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.