Anjuran Ihsan dalam Beragama

KhazanahHikmahAnjuran Ihsan dalam Beragama

Ihsan adalah salah satu fondasi dasar dalam kehidupan beragama. Ini menjadi seruan umat Islam agar senantiasa mengedepankan ihsan, baik dalam beribadah maupun beramal. Dengan ihsan membuat manusia lebih tersadar, bahwa tindak-tanduknya haruslah selaras dengan ketentuan syariat serta memahami batasan-batasan dalam hidup, demi tercapainya kebaikan dunia dan akhirat.

Perihal anjuran ihsan, pernah suatu ketika Malaikat Jibril menampakkan dirinya sebagai manusia di hadapan Nabi Muhammad SAW dan para sahabat melihatnya. Pada kedatangannya, Jibril mengajarkan fondasi agama yakni iman, Islam, dan ihsan. Di antara definisi tentang ihsan adalah, Hendaklah engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihatnya, maka bila engkau tidak melihatnya, sesungguhnya Allah melihatmu (HR. Muslim).

Berdasarkan hadis tersebut, dengan merasa bahwa Allah selalu mengawasi kita tentu akan lebih teliti dalam berperilaku. Ibarat karyawan yang sedang diawasi oleh pimpinannya, barang tentu ia akan lebih bersungguh-sungguh dalam bekerja dan berusaha untuk menghindari kesalahan sekecil apapun. Demikian ihsan, dengan mengingat Allah SWT sebagai dzat yang Maha Melihat dan Maha Mengetahui, sudah pasti kita menjadi lebih khusyuk dalam melakukan perintah-Nya, sehingga pada situasi ramai maupun sendiri, seseorang berupaya melakukan amal ibadah versi terbaiknya. Kesadaran ini harus dilatih agar menjadi terbiasa atau istikamah.

Adapun pengertian ihsan secara harfiah dalam bahasa Arab berarti berbuat baik. Ihsan bisa disebut juga akhlak yang bersifat memberi maslahat. Menurut Quraish Shihab dalam kanal youtubenya, ihsan bertujuan untuk menyenangkan semua pihak. Setiap bentuk hubungan terhadap siapapun harus baik. Hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan segala makhluk yang ada di alam semesta.

Sebab itu, bentuk ihsan terhadap makhluk dalam perumpamaan penulis Tafsir Al-Misbah merumuskan, anda melihat diri anda pada sosok manusia yang anda lihat. Dengan kata lain, perlakukanlah orang lain dengan baik sebagaimana anda ingin diperlakukan. Kalau anda tidak ingin dicaci, diperlakukan kasar, difitnah, tidak dihargai, disalahkan, dan perilaku tercela lainnya, maka jangan lakukan hal tersebut pada orang lain karena anda merasa orang lain itu seolah-olah diri anda sendiri.

Baca Juga  Meneladani Ajaran Kasih Gus Dur

Begitupun ketika melihat orang lain kelaparan, anda berihsan dengan memberi makan pada orang tersebut sebab menyadari bahwa merasa kelaparan itu tidak menyenangkan. Andaikan semua umat menyadari akan pentingnya ihsan, yang keluar dari manusia beragama hanya kebaikan-kebaikan.

Baca Juga  Kerudung di Mata Gus Dur

Sebenarnya ihsan tidak bukan saja melahirkan kebaikan, lebih dari itu para tasawuf mengungkapkan dalam buku Akhlak Tasawuf karya Haedar Rajab (2020), secara hirarki ihsan menempati maqam tertinggi atau puncak bagi seseorang penempuh jalan (as-salik) karena perasaan dekat (taqarrub) dengan Allah selalu meliputi jiwanya, sehingga menjadikan seseorang sebagai golongan hamba-hamba yang bertaqwa (muttaqin), ikhlas (mukhlisin), dan bertaubat (tawwabin).

Demikian beberapa hikmah dan manfaat dari ihsan dalam beragama yang perlu dicatat. Pertama, ihsan bisa sebagai pendorong manusia untuk menghargai kehidupannya, beramal, dan beribadah. Kedua, ihsan sebagai pengendalian bahwa Tuhan senantiasa mengawasi segala perbuatan hamba-hambanya sehingga memotivasi untuk lebih khusyuk dalam beribadah dan mendapati dirinya dalam keadaan yang memahami dan taat pada batasan-batasan yang dikehendaki syariat Islam. Terakhir, ihsan sebagai penyesuaian dalam menyikapi sesuatu terhadap makhluk ciptaan Allah SWT, yang dalam istilah Jawanya disebut ngaji rasa. 

Ihsan itu berupaya berbuat baik dalam keadaan apapun. Oleh karenanya, anjuran ihsan dalam kehidupan beragama itu harus masif dilakukan. Agama Islam itu bukan sekadar teks suci atau teori yang berbicara tentang kemuliaan dan keluhuran, melainkan juga sikap perilaku yang tercermin dalam diri pengikut agama tersebut. Mari belajar berihsan sebagai bentuk penyempurnaan fondasi Keislaman agama kita. 

Artikel Populer
Artikel Terkait

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.