Tindakan nyata dalam memanifestasikan nilai-nilai Pancasila adalah sebuah kewajiban bagi seluruh rakyat Indonesia, tanpa terkecuali. Tidak memandang siapa dia, apa jabatannya, pekerjaannya apa, dan keturunan siapa. Untuk itu, kita semua harus menjaga Pancasila agar tetap kokoh menjadi ideologi negeri. Pancasila merupakan ideologi tunggal negeri ini, yang memiliki keistimewaan sendiri. Keistimewaan tersebut adalah kefleksibelannya yang tahan banting, yang kian relevan dengan perkembangan serta kemajuan zaman.

Di sisi lain, suatu bangsa harus memiliki konsep yang sesuai dengan cita-cita bangsa bersama yang menyangkut nilai-nilai serta haluan dasar bagi keberlangsungan, keutuhan, kebutuhan, dan kejayaan negara yang bersangkutan. Hal ini tentu sesuai dengan perkataan cendekiawan Amerika Serikat, John Gardner, 1992, yang mengatakan, “Tidak ada bangsa yang dapat mencapai kebesaran jika bangsa itu tidak percaya kepada sesuatu, dan jika sesuatu yang dipercayai itu tidak memiliki dimensi-dimensi moral guna menopang peradaban besar.”

Negeri ini sendiri telah memiliki rancangan dan cita-cita jangka panjang yang telah dirumuskan oleh sejumlah Founding Fathers bangsa. Hal tersebut menghasilkan sebuah konsepsi kokoh (Ideologi Pancasila) yang tidak akan lenyap dan tak lekang ditelan zaman, jika kita jaga dan manifestasikan dengan serius. Sedangkan menurut Presiden pertama Republik Indonesia, Bung Karno mengatakan, “Pancasila merupakan satu Weltanschauung, satu dasar falsafah. Pancasila adalah satu alat mempersatu, yang saya yakin seyakin-yakinnya Bangsa Indonesia dari Sabang sampai ke Merauke hanyalah dapat bersatu padu di atas dasar Pancasila itu.”

Sementara itu, di zaman sekarang diperlukan warga masyarakat yang sungguh-sungguh melakukan praktik nyata Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Sangat banyak sekali cara kita untuk turun langsung menerapkan nilai-nilai Pancasila. Lalu, bagaimana cara kita ber-Pancasila di zaman now? Saya kasih salah satu contoh yang sedang viral saat ini, yakni model dan artis terkenal, Cinta Laura Kiehl.

Kenapa harus dia? Karena akhir-akhir ini menjadi sorotan publik setelah mengungkap gaya hidupnya yang hemat dan berpikir dua kali untuk membeli barang branded. Kemudian, dia mencontohkannya dengan tas bermerek seharga 30 juta yang enggan dibelinya, bahkan untuk membeli pakaian seharga 1 juta pun masih berfikir berulang kali. Dia berfikir dan mengatakan, dengan uang 30 juta itu dia bisa memberi orang-orang terdekat, karyawan, dan orang lain yang membutuhkan. Hal tersebut diungkapkannya di kanal Youtube milik Gritte Agatha, yang ditayangkan pada Jumat, 28 Mei 2021 lalu.

Selain itu, diketahui pula dia menyukai dan fokus membantu di bidang pendidikan hingga bantuan bencana. Di bidang pendidikan contohnya, perlu kita ketahui, dia telah membantu pembangunan 12 sekolah di beberapa daerah. Pembangunan sekolah tersebut ternyata dilakukan Cinta Laura melalui yayasan miliknya, yang bernama Soekarseno Foundation.

Di samping itu, kita semua harus mencontoh sifat baik Cinta Laura Kiehl tersebut. Sebab, itulah yang disebut Pancasila. Pancasila tidak hanya dipahami, dipandang, dan disebut dari mulut semata, tetapi Pancasila harus dimanifestasikan setiap individu agar Pancasila dapat hidup dan menyebar ke semua kalangan masyarakat. Ada banyak cara yang dapat kita tempuh untuk menjaga, memahami, dan mempraktikkan langsung nilai-nilai Pancasila. Namun, hal tersebut tergantung kita ingin menggunakan cara yang mana.

Dengan menjaga Pancasila, kita pasti akan mendapat banyak halang rintang. Di negeri ini terdapat orang-orang yang ingin meruntuhkan Pancasila dan menggantinya dengan ideologi lain. Seseorang seperti ini sangat berbahaya sekali, karena mereka akan menegakkan ideologi yang mereka bawa dengan segala cara dan menghalalkan berbagai cara.

Untuk itu, saya berharap kepada para pembenci Pancasila yang hidup di negara ini untuk segeralah bertaobat dan bermetamorfosalah menjadi pencinta Pancasila. Karena kelima poin dan nilai-nilai Pancasila adalah cita-cita dan tujuan bangsa ini. Tanpa adanya ideologi Pancasila, bangsa ini tidak akan maju dan berkembang, bahkan negara ini bisa hancur.

Saya setuju, jika Pancasila disebut warisan dari penduduk terdahulu Nusantara. Karena, warisan adalah suatu hal yang diturunkan kepada penerus. Sesuatu tersebut adalah perilaku kebaikan turun temurun dari nenek moyang kita yang telah diuraikan di ideologi tangguh Pancasila. Kelima poin Pancasila adalah apa yang telah dilakukan nenek moyang kita ratusan tahun, atau bahkan ribuan tahun yang lalu.

Dengan demikian, semua masyarakat Indonesia harus menjadi pelopor dalam ber-Pancasila di zaman sekarang ini. Sebenarnya, untuk menjaga Pancasila itu mudah, kita cuman harus mengawali dari sesuatu yang sederhana dulu, seperti melakukan hal-hal baik.

Akhir kalimat dari saya, lakukanlah kebaikan untuk diri sendiri dan orang lain dengan ikhlas serta tanpa pamrih. Kemudian, buatlah orang lain tersenyum gembira atau sedih karena mendapat kabar baik. Dengan melakukan hal itu, maka kita bisa disebut ber-Pancasila di zaman now.

%d blogger menyukai ini: