KH. Abdurrahman Wahid atau biasa dipanggil dengan Gus Dur, sudah lama menjadi tokoh idola panutan semua orang, khususnya kaum milenial saat ini. Karena kesederhanaan dan kepandaiaannya ia menjadi Presiden ke 4 RI. Ia juga mempunyai keistimewaan dan karakteristik tersendiri yang tidak dimiliki oleh semua orang. Sayangnya Gus Dur telah meninggalkan kita sejak 11 Tahun lalu, tepatnya pada 30 Desember 2009.

Saat ini, sosok seperti Gus Dur sangat dirindukan di negeri nan damai ini, karena Gus Dur adalah sosok manusai yang penuh kedamaian. Jarangnya seseorang yang mempunyai sifat seperti Gus Dur, membuat bangsa ini terancam oleh orang-orang radikal perusak negeri. Akan tetapi, banyak kaum milenial saat ini berusaha untuk memcontoh sosok Gus Dur agar mampu membendung orang anarkis yang akan menimbulkan tindakan radikal di negeri ini. Gus Dur juga menyandang status sebagai seorang budayawan yang memanusiakan manusia.

Sementara itu, menurut data yang dihimpun lembaga survei dari UIN Sunan Kalijaga pada tahun 2018, ada sebanyak 10%, dengan menyaring 2.300 responden di seluruh Indonesia, kaum muda setuju dengan menjadikan Indonesia sebagai negara Islam. Dan boleh menggunakan kekerasan dalam membela agama. Hal itu membuat miris kita semua, sebab kaum muda adalah masa depan bangsa yang diharapkan membawa perubahan baik bagi negeri ini. di sinilah, sosok seperti Gus Dur dirindukan.

Di sisi lain, sifat Gus Dur yang sederhana, pandai, dan humoris tak lekang dari zaman. Kaum milenial sekarang banyak yang mencontoh gaya Gus Dur. Mulai dari pemikiran, kesederhanaan, hingga humornya. Semua itu karena Gus Dur adalah tokoh kharismatik pejuang dan pencari keadilan untuk semua kalangan masyarakat. Baik hak rakyat yang termarginalkan, hak rakyat yang tidak terlihat, sampai hak rakyat yang tertindas. Sudah banyak hak-hak rakyat yang dibela Gus Dur semasa hidupnya.

Seperti kasus Inul Daratista yang dihujani hujatan dan fatwa atas penampilan seronoknya di atas panggung ketika menyanyikan lagu dangdut. Gus Dur membelanya sebagai bentuk solidaritas sesama warga negara yang mendapatkan hak kebebasan berekspresi dan mengungkapkan pendapat di muka umum. Dengan sikap tegas, Gus Dur membela Inul meskipun harus mendapatkan hujatan dari banyak pihak (Wahid Foundation, 2017). Dan masih banyak hak rakyat yang dibelanya.

Meski demikian, Gus Dur juga seorang yang kritis, tetapi ia kritis melawan melalui humor atau lelucon. Humor-humor politiknya yang empuk menjadikannya ia orang yang disegani. Protes dengan lelucon memang kurang efektif, kalau dilihat dari sudut pandang politik. Namun dengan lelucon Gus Dur sukses menyuarakan protes-protes pada pemerintahan semasa hidupnya. Dan saat ini pun, banyak orang-orang menyuarakan pendapatnya melalui lelucon, seperti para komika yang menyindir pemerintahan atau suatu kelompok lain melalui stand up comedy.

Di sisi lain, terkait dengan pandangan Gus Dur, menurut situs Gusdurian.net, Gus Dur memiliki 9 nilai utama, yakni: ketauhidan, kemanusiaan, keadilan, kesetaraan, pembebasan, kesederhanaan, persaudaraan, kesatriaan, dan kearifan tradisi. 9 hal tersebut dimiliki sosok Gus Dur yang saat ini banyak di contoh oleh kaum melenial. Selain itu, bagi kaum milenial yang sering melakukan perbuatan menyimpang, sudah seharusnya sesegera mungkin untuk mencontoh sifat Gus Dur. Karena dengan mencontoh sifat Gus Dur, kaum milenial dapat bersatu melawan tindakan radikalisme dan intoleransi.

Maka dari itu, kaum milenial harus mencontoh ketauhidan Gus Dur yang tidak pernah melupakan tuhannya dalam setiap melakukan pekerjaan apapun. Sifat kemanusiaan Gus Dur juga wajib kita tiru, karena Gus Dur adalah seorang yang memanusiakan manusia. Gus Dur pula pejuang keadilan dan kesetaraan untuk pembebasan hak asasi manusia. Semasa hidupnya Gus Dur banyak melakukan hal-hal baik yang selalu diingat oleh masyarakatnya.

Lalu, kita harus mencontoh Gus Dur melalui kesederhanaannya. Saat Gus Dur dilengserkan waktu menjabat sebagai Presiden, dengan kesederhanaannya ia keluar hanya menggunakan kaos dan celana biasa. Hal itu semata-mata untuk menunjukkan pada rakyat, bahwa ia sudah selesai menjadi Presiden dan ia telah menjadi rakyat biasa. Karena dari mulai awal hidup, Gus Dur adalah sosok rakyat sederhana yang tidak menginginkan hidup mewah.

Kemudia, Gus Dur adalah seorang kesatria atau pemimpin yang toleran, pejuang kebaikan yang cinta damai untuk menyebarkan persaudaraan sebangsa dan se-Tanah Air, yang tak menghilangkan budaya atau kearifan tradisi. Oleh karena itu, sebagai bapak bangsa, Gus Dur telah memberi manfaat bagi kehiduppan manusia se antero Nusantara bahkan dunia.

Dengan demikian, kaum milenial harus mencontoh sifat yang dimiliki oleh Gus Dur untuk menjaga NKRI dan memperjuangkan hak asasi manusia. Gus Dur adalah teladan bagi anak bangsa yang jasanya tak akan dilupakan walau perkembangan zaman terus terjadi. Gus Dur bukan hanya sebagai bapak bangsa, melainkan ia adalah guru dan pahlawan bagi kita semua. Oleh karena itu, marilah kita sejenak memejamkan mata kita untuk mengenang serta mendoakan Gus Dur, Alfatihah.

%d blogger menyukai ini: