ISLAMRAMAH.CO, Salah satu ajaran paling dasar dalam agama Islam adalah menebar kedamaian bagi orang lain. Intisari dari ajaran Islam adalah perdamaian, sesuai dengan nama Islam itu sendiri yang bermakna perdamaian dan keselamatan. Karena itu umat Islam mempunyai tanggung jawab untuk menjadi motor penggerak perdamaian di muka bumi ini.

Dalam pengajian pemikiran keislaman Bung Karno bersama KH Zuhairi Misrawi atau arab disapa Gus Mis, (25/4), umat Islam diingatkan akan pentingnya membawa nilai-nilai perdamaian di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Belajar dari Bung Karno, Gus Mis mengajak masyarakat untuk memahami al-Quran secara menyeluruh sehingga bisa mengambil inti dari ajaran Islam tentang perdamaian.

“Bung Karno mengingatkan kita umat Islam agar memahami al-Quran secara benar, menyeluruh. Kita bisa mengambil api Islam di dalam al-Quran itu sendiri,” kata cendekiawan muda Nahdlatul Ulama itu.

Bung Karno dalam setiap pemikirannya tidak lepas dari nilai-nilai ajaran al-Quran, terutama mengenai perdamaian. “Salah satu api Islam yang bisa diambil dari al-Quran kata Bung Karno adalah Islam sebagai agama perdamaian, religion of peace,” lanjut Gus Mis.

Menurut Gus Mis, akibat salah kaprah memaknai agama Islam, bisa jadi mengakibatkan hal-hal fatal seperti anggapan sebagian pihak yang melihat Islam sebagai agama kekerasan. “Betapa banyak orang-orang yang menuduh Islam sebagai agama pedang, terutama dari sebagian orientalis yang hanya melihat Islam hanya dari sisi perang,” ungkapnya

Belajar dari kesalahan itu, Bung Karno selalu menekankan bahwa perdamaian adalah Islam itu sendiri sebagaimana telah dicontohkan oleh Rasullah Saw. Setiap umat Islam, dalam pandangan Bung Karno, senantiasa mengucapkan salam kepada setiap orang yang dijumpainya. Hal itu menunjukkan bahwa Islam mempunyai perhatian besar terhadap kedamaian antarsesama.

“Bung Karno menegaskan salah satu tradisi yang sangat baik yang diinspirasi oleh Nabi Muhammad Saw, kalau kita bertemu dengan seseorang kita mengucapkan assalamu’alaikum,” kata Gus Mis.

Karena itu, sebagaimana harapan Bung Karno, Gus mengajak masyarakat melestarikan doa-doa keselamatan kepada orang lain melalui ucapan salam. “Kata Bung Karno, ucapan salam adalah tradisi yang harus dijaga untuk menjaga perdamaian, salam damai, salam sejahtera,” pungkas ulama jebolan Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir itu.

Lihat video selengkapnya:

%d blogger menyukai ini: