Gus Mis: Tidak Mudik Berpahala

ISLAMRAMAH.CO, Penyebaran virus Corona baru atau Covid-19 semakin meluas dan belum ada tanda-tanda akan berakhir. Menyikapi hal itu, intelektual muda Nahdlatul Ulama (NU) KH Zuhairi Misrawi menghimbau masyarakat untuk menunda tradisi mudik Hari Raya Idul Fitri tahun ini. Menurutnya, tidak mudik termasuk salah satu upaya mencegah penyebaran virus tidak semakin meluas ke daerah lain.

Meskipun dalam situasi krisis dan serba sulit, Gus Mis mengajak masyarakat untuk mengambil pembelajaran dan hikmah musibah ini. “Dalam suasana pandemi Covid-19 ini, marilah kita menjadi hamba Allah yang benar-benar mengambil hikmah,” ujar kiai muda yang akrab disapa Gus Mis itu dalam video resmi IslamRamah.TV, (21/4).

Ia mengatakan, pemerintah dan tokoh agama telah bahu-membahu mencegah penyebaran virus ini. Maka tugas bagi masyarakat dan umat adalah mematuhi para pemimpinnya. “Tetapi karena kita sedang menghadapi musibah yang sangat luar biasa, yang meniscayakan kita untuk menjaga jarak, tidak berkumpul dengan orang lain. Maka pemerintah dan ulama sepakat untuk menunda mudik hingga akhir tahun, sehingga tidak ada penyebaran lagi,” katanya.

Selain itu, pilihan untuk tidak mudik adalah selaras dengan kasus-kasus yang terjadi di negara lain. Menurut Gus Mis, peristiwa penyebaran virus yang makin meluas di negara lain karena adanya perpindahan dan penyebaran orang, menjadi pembelajaran bagi bangsa ini untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama. “Kalau kita belajar dari negara lain, di antara peristiwa yang mengganggu dan dapat menyebarkan covid yaitu peristiwa terjadinya perpindahan warga dari satu tempat ke tempat yang lain,” ungkapnya.

Pria jebolan Universitas Al-Azhar Mesir itu pun mengutip hadis Nabi yang melarang umat mendatangi suatu wilayah yang tengah terkepung oleh wabah. “Rasulullah bersabda, ‘apabila kalian mendengar bahwa ada wabah, penyakit yang menular di suatu wilayah, maka hendaklah kalian jangan pergi ke wilayah itu’. Jakarta termasuk zona merah, maka hendaknya kita tidak ke Jakarta terlebih dahulu,” ujarnya.

Selain itu, Nabi menurut Gus Mis juga melarang umat untuk tidak pergi dari wilayah yang tengah terjadi krisis wabah. “Sebaliknya Rasul bersabda, sebaliknya jika kalian berada di sebuah wilayah yang di dalamnya terdapat wabah, hendaknya kalian jangan keluar dari wilayah tersebut,” tandasnya.

Ia pun mengajak umat Islam untuk tidak mudik terlebih dahulu tahun ini, karena tidak mudik sama halnya telah menunaikan sunnah Nabi. “Maka bagi kita umat Islam, bila tidak mudik dengan tetap tinggal di Jakarta, sesungguhnya kita sedang melaksanakan sunnah rasul,” ungkapnya.

Apabila masyarakat tetap memaksa mudik, maka menurut Gus Mis ia tengah mencelakakan dirinya sendiri dan orang lain. Tindakan semacam itu, dikecam oleh agama. “Di dalam Al-Quran disebutkan, jangan kamu menjerumuskan dirimu kepada marabahaya. Bila kita mudik, maka kita sedang menyebarkan virus ke tempat lain. Karena itu, kalua kita tidak mudik tahun ini, insha Allah berpahala,” tegas alumni santri al-Amien, Prenduen Sumenep, Madura tersebut.

Lihat video selengkapnya:

Comments
Loading...