ISLAMRAMAH.CO, Merebaknya virus Corona atau Covid-19 di Indonesia membuat sebagian kalangan terdampak secara perekonomian. Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian Alissa Wahid mengingatkan pentingnya gerakan kemanusiaan untuk orang-orang yang terdampak virus. Gerakan kemanusiaan disebut Alissa menjadi kebutuhan untuk saling membantu dan saling menjaga terhadap warga miskin yang terdampak Covid-19.

“Banyak orang yang sebelumnya tidak dalam kategori yang penghasilannya di bawah 2 Dollar per hari, di bawah standar minimal itu, di bawah standar kemiskinan itu, mereka selama ini bisa hidup cukup baik walaupun tidak berlebihan dengan upah harian. Nah, sekarang ketika mereka tidak memiliki upah harian juga tidak masuk dalam kategori yang penerima manfaat keluarga harapan, maka orang-orang ini juga membutuhkan bantuan,” kata Alissa sebagaimana dilansir NU Online, Kamis (2/4).

Menurut putri mendiang Gus Dur tersebut, sudah saatnya kalangan yang secara perekonomian tergolong mampu dan mencukupi, untuk memberikan sebagian rizkinya bagi orang-orang kurang mampu, terutama di wilayah-wilayah yang terdampak virus Corona secara signifikan. Alissa mengatakan, bantuan tersebut jangan sampai hanya datang sesaat, karena virus Corona diprediksi oleh sejumlah aksi masih akan terus berlangsung sampai beberapa bulan ke depan.

“Jadi kalau bisa sih yang pada hidupnya berlebih atau cukup, itu bukan hanya menyumbang saat ini aja, tapi juga nanti nyumbang di pertengahan April, di akhir April, terus juga di pertengahan Mei kan karena masa-masa itu masa-masa cukup sulit juga. Jadi jangan merasa bahwa oh saya kemarin sudah nyumbang 100 ribu rupiah terus udah,” ucapnya.

Ia menambahkan, kecenderung bantuan yang ada di Indonesia lebih banyak terjadi di awal-awal kejadian. Ia berharap masyarakat yang mampu konsisten membantu orang-orang yang memang terdampak Covid-19 dan membutuhkan bantuan. Uluran tangan dalam kondisi seperti ini adalah wujud dari rasa kemanusiaan.

“Karena kecenderungan selama ini kalau ada bencana yang seperti itu ya di awal sumbangan banyak sekali, tapi habis itu, habis tiga minggu terus nggak ada orang yang menyumbang lagi, padahal pada saat itu kebutuhan untuk aspek kesehatan lebih sangat penting misalnya orang mulai sakit. Jadi memang harus bersiap-siap untuk saling membantu sampai akhir Mei,” pungkasnya.

%d blogger menyukai ini: