ISLAMRAMAH.CO, Dalam salah satu hadis yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi, disebutkan bahwa ridha Allah tergantung pada ridha orang tua, sementara murka Allah tergantung pada murka orang tua. Hadis tersebut begitu populer di kalangan masyarakat pesantren di Indonesia sekaligus menjadi pijakan para santri untuk berbakti kepada kedua orang tua. Hadis tersebut menunjukkan bahwa orang tua memiliki deajat yang begitu mulia di hadapan anak-anaknya.

Selaras dengan spirit Hadis di atas, pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur KH Anwar Manshur mengingatkan masyarakat untuk senantiasa berbakti kepada kedua orang tua. Salah satu wujud berbakti kepada orang tua adalah dengan menjadi anak yang saleh, baik saleh secara spiritual maupun secara sosial.

Menurut Mbah Anwar, sapaan akrabnya, saleh bisa dimaknai sebagai pribadi yang memiliki pemahaman agama yang luas, rajin beribadah, serta memiliki akhlakul karimah. Manakala seorang anak berbakti kepada orang tuanya, suatu saat keturunannya pun akan berbakti pula padanya. Sebaliknya, jika seorang anak durhaka terhadap orang tua, maka konsekuensinya keturunannya pun nanti bisa menjadi anak yang tidak berbakti terhadap dirinya.

Birrul walidain itu bukan orang tua ingin kau gendong, tidak, tapi apa yang difatwakan orang tua jangan kita bantah apa yang membuat orang tua ridha ayo dilakukan,” tutur Kiai sepuh Indonesia tersebut dalam ceramahnya yang diunggah di Youtube.

Mbah Anwar menambahkan, tidak ada orang tua yang ingin mencelakakan anaknya sendiri. Setiap orang tua menginginkan anak yang bisa membahagiakan bagi kedua orang tuanya. Kebahagiaan bagi orang tua menurut Mbah Anwar adalah ketika melihat anak-anaknya tumbuh besar menjadi anak yang saleh, berilmu dan bisa bermanfaat bagi orang lain.

“Tidak ada orang tua yang ingin menyesatkan anaknya. Semua orang tua ingin anaknya menjadi anak yang saleh, sungguh itu paling bahagia bagi orang tua kalau punya anak saleh birrul walidain.  Tidak ada yang melebihi itu, anak rajin ibadah akhlaknya bagus, termasuk akhlak bagus itu birrul walidain masya Allah kalau kau bisa seperti itu besok anakmu pun sepertimu,” pungkas kiai kharismatik asal Kediri tersebut.

%d blogger menyukai ini: