Kiai Said Aqil Siroj: Tanda Beriman Menjaga Persaudaraan

ISLAMRAMAH.CO, Selama beberapa bulan terakhir bangsa Indonesia tengah diuji oleh kontestasi politik yang melampaui batas-batas akhlakul karimah. Sejak masa awal kampanye, muncul politisasi agama, saling hujat, memfitnah, menebar kabar bohong, hingga debat kusir, dan sampai saat ini masih tak ada tanda-tanda dari elite untuk mengakhirnya. Hingar bingar politik di Tanah Air pun tampaknya tak mengenal kesucian Ramadhan. Bulan yang semestinya menjadi momentum untuk menebar kedamaian bagi sesama, justru jelang pengumuman KPU, para oknum politisi makin melampaui batas moralitas luhur sebagai orang yang beriman dan beradab.

Menyikapi hal itu, Ketua Umum PBNU, Prof Dr Kiai Said Aqil Siroj mengajak masyarakat untuk menunjukan kepribadian bangsa yang beragama dan beradab. Menurutnya, siapapun yang akan ditetapkan KPU sebagai pemenang Pemilu beberapa waktu lalu, hendaknya diterima dengan lapang dada dan jiwa yang besar. Kondisi politik mutakhir yang terus memanas memerlukan kedewasaan dari semua pihak untuk menampilkan kebesaran hati dan jiwa sebagai bangsa yang berakhlak.

“Mari sebagai bangsa yang bermartabat, beradab, berbudaya, beragama, bertaqwa, kita terima apa hasil dari KPU dengan dewasa, dengan lapang dada, dengan besar hati. Kalau ada hal-hal yang tidak puas, kita ada jalur hukum, yaitu Mahkamah Konstitusi” kata Kiai Said di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (16/5).

Kiai asal Cirebon, Jawa Barat itu juga menegaskan bahwa tanda orang-orang beriman dan berbudaya luhur adalah senantiasa mengedepankan kedamaian bagi saudara sebangsa. Sebaliknya, tidak bisa dikatakan sebagai orang yang beriman dan beradab jika senantiasa menebar perpecahan dan konflik horizontal yang tak kunjung usai.

Tandanya orang beriman, bertaqwa, beradab, dan berbudaya harus menjaga ketentraman, kedamaian, persaudaraan, itu tanda-tanda orang beriman dan bertaqwa. Kalau orang itu berbuat yang menyebabkan perpecahan, jelas itu hal yang tidak diridhai oleh Islam, oleh al-Quran,” pungkasnya.

Comments
Loading...