ISLAMRAMAH.CO, Pesantren memiliki andil yang besar dalam membangun bangsa yang berkarakter dan berakhlakul karimah sekaligus melahirkan generasi bangsa yang relijius dan nasionalis. Kontribusi tersebut diharapkan tetap berlanjut agar arah bangsa tidak terjebak pada hal-hal yang bersifat materil semata, tetapi juga memperjuangkan nilai-nilai agama dan moralitas dalam bermasyarakt. Alumni pesantren diminta untuk berkhidmat kepada negara dan ormas kalangan pesantren.

Demikian disampaikan Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdullah Kafabihi Mahrus saat Turba dan Silaturrahim Masyayikh Pondok Pesantren Lirboyo dalam rangka Reuni Akbar ke-6 dan Munas 4 Himpunan Santri Lirboyo (Himasal), serta Munas 1 Lembaga Ittihadul Muballighin di Pondok Pesantren Al Hikmah, Bandarlampung, Selasa (21/1) malam.

Kiai Mahrus meminta masyarakat untuk tidak ragu mendidik anak-anaknya di pesantren. Hal itu karena pesantren telah terbukti melahirkan generasi muda yang ilmuan dan relijius. “Jangan ragu memondokkan anak di pesantren. Silakan coraknya apa saja yang penting ada salafnya karena terbukti mampu menjadikan santri terampil membaca kitab,” ujar Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo tersebut.

Kiai Mahrus juga mengingatkan bahwa sebelum menggapai cita-cita dan kesuksesan pastilah harus melewati berbagai kesulitan terlebih dahulu. Karena itu, ia meminta generasi muda untuk lebih giat belajar dan berani untuk melewati berbagai kesusahan. “Orang yang sukses awalnya masaqot (penuh kesusahan). Menuju sukses harus susah dulu. Belajar yang diriyadlohi akan berbeda hasilnya dengan yang tak ada riyadlohnya,” pungkasnya.