ISLAMRAMAH.CO, Pengasuh Pondok Pesantren Tegalrejo Magelang, Jawa Tengah KH Yusuf Chudlori atau akrab disapa Gus Yusuf mengingatkan masyarakat bahwa Islam bukan hanya tentang simbol, melainkan nilai-nilai kedamaian yang harus diwujudkan di tengah-tengah kehiduapan masyarakat. Menurut Gus Yusuf, semarak simbolisme dalam beragama merupakan hal yang wajar, namun jangan sampai umat Islam terjebak pada simbol sehingga melupakan esensi Islam sebagai agama yang menebar kebaikan bagi orang lain, bahkan bagi umat agama lain.

Gus Yusuf mengatakan, cara pandang hitam putih tidak bisa diterapkan dalam beragama. Pasalnya, ada aktivitas yang seolah-olah adalah kemaksiatan namun sejatinya adalah untuk mewujudkan kebaikan. Begitu pula sebaliknya, ada hal-hal yang sepintas seperti tengah membela agam, namun sejatinya tengah merusak nama agama itu sendiri. “Meski itu sepintas, orang melihat seperti membantu kemaksiatan, tapi justru setelah itu muncul kebaikan. Dari pada yang seakan-akan membela agama namun justru menimbulkan perpecahan,” katanya, Jumat (27/12).

Oleh karena itu Gus Yusuf mengajak masyarakat agar beragama secara substantif, bukan hanya mengedepankan symbol-simbol semata, tetapi juga menebar kebaikan bagi sesama. Hal itu penting karena hakikat dalam beragama adalah menebar nilai-nilai kasih sayang dan rahmat bagi semesta alam (rahmatan lil ‘alamin).

“Dari sini dapat kita ambil pelajaran bahwa Islam itu bukan simbol-simbol semata, tetapi Islam adalah nilai-nilai. Nilai Islam adalah kasih sayang. Nilai Islam adalah kedamaian,” pungkasnya melalui Gus Yusuf Channel.