ISLAMRAMAH.CO, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dinilai masih jauh panggang dari api. Pasalnya, masih banyak ketimpangan terjadi di antara masyarakat Indonesia. Bahkan sebagian besar ekonomi Indonesia dikuasai oleh segelintir orang. Sementara masyarakat fakir miskin, anak-anak jalan dan kaum terlantar masih jamah diketahui di tengah-tengah publik. Pemerintah diminta untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat karena poin kelima dalam Pancasila ini dinilai masih tertinggal dibanding sektor-sektor lainnya.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Prof. Dr. KH Said Aqil Siroj mengingatkan pemerintah agar tak abai terhadap keadilan sosial. “Keadilan sosial yang sejatinya adalah output dari basic values penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara merupakan nilai yang tertinggal dibanding yang lain,” kata KH Said Aqil Siroj pada Refleksi 2019 dan Taushiyah Kebangsaan Nahdlatul Ulama Memasuki 2020 di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (2/1).

Menurutnya, ekonomi di Indonesia masih dikuasai sedikit orang. Hal tersebut merupakan wujud nyata dari ketidakadilan sosial di Indonesia. “Ekonomi masih dikuasai oleh segelintir orang. Proses integrasi digalakkan di level horizontal. Tetapi tidak bisa optimal karena integrasi vertikal dalam bentuk pemerataan penguasaan sumber-sumber daya publik tidak berjalan dengan baik,” tandasnya.

Oleh karena itu, menurut Kiai Said, NU akan terus mengingatkan pemerintah agar peduli akan ketimpangan sosial di Indonesia. Keadilan menurutnya adalah intisari ajaran Islam. “Nahdlatul Ulama perlu mengingatkan kepada seluruh penyelenggara kehidupan publik bahwa keadilan sosial harus merupakan titik tolak dan goal dari seluruh rancang bangun pembangunan nasional. Dalam agama Islam, keadilan merupakan intisari dari ajaran Islam tentang kemasyarakatan,” pungkasnya.