ISLAMRAMAH.CO, Takbir adalah ekspresi ketakjuban seorang hamba kepada Allah Swt. Banyak hal yang membuat seseorang takjub akan kebesaran Allah Swt, seperti ketika melihat keindahan pemandangan dunia, atau ketika merenungi betapa alam semesta begitu megah diciptakan oleh Allah Swt. Biasanya, takbir erat kaitannya dengan rasa syukur. Setelah menyaksikan betapa agung Allah sebagai Sang Pencipta alam raya, maka secara langsung juga akan muncul rasa syukur karena dianugerahi kehidupan yang begitu indah.

Namun demikian, dalam perkembangan sosial-politik terutama di Indonesia, takbir acapkali disalahpahami oleh sebagian pihak. Takbir bukan untuk mengekspresikan keagungan Allah, tetapi lebih menunjukkan ekspresi kesombongan terhadap pihak lain karena seolah-olah dirinya yang paling benar. Apalagi dalam konteks perpolitikan, takbir kerapkali digaungkan untuk menyudutkan orang lain dan mengajak masyarakat untuk memilih calon tertentu.

Menurut Kiai Kafabihi Mahrus, takbir bukan untuk mengekspresikan kesombongan. Takbir adalah sikap seseorang untuk mengagungkan Allah Swt. Salah satu contoh penyalahgunaan takbir adalah ketika orang menuduh orang lain kafir karena tidak mau bertakbir. “Orang menyuruh takbir kepada orang lain, yang tidak mau takbir dituduh bukan muslim. Ini Namanya takbir dibuat sombong,” katanya sebagaimana dilansir akun Ulama Nusantara (14/9).

%d blogger menyukai ini: