ISLAMRAMAH.CO, Agama Islam mewajibkan setiap Muslim untuk menimba ilmu sejak usia dini sampai kelak ajal menjemput. Islam pun menjamin bagi orang-orang yang tak kenal berhenti menimba ilmu, akan diangkat derajatnya. Hal itu bisa dibuktikan dengan orang-orang yang berada di jalur ilmu pasti akan senantiasa mendapatkan kedudukan mulia di tengah-tengah masyarakat. Bukan hanya itu, para pembelajar ilmu ibarat lilin di tengah-tengah kegelapan yang terdapat di dunia ini.

Saking begitu pentingnya ilmu di mata agama Islam, ada sebuah hadis yang mengatakan, tuntutlah ilmu sampai ke negeri China. Hadis tersebut menyiratkan suatu anjuran penting bagi setiap Muslim untuk tidak berhenti menimba ilmu meskipun terhalang jarak dan waktu. Setiap nafas dan detak jantung umat Islam harus senantiasa dibarengi dengan ilmu, dan tentu saja ilmu yang bisa meningkatkan ketakwaan seorang Muslim kepada Allah Swt.

Kendati demikian, ada pula sebagian orang yang rajin menimba ilmu pengetahuan namun terjerumus ke jalan kesesatan. Artinya ilmu yang dibuat bukan untuk kemasalahatan orang lain. Alih-alih bermanfaat, justru ia terjerumus ke dalam kesombongan akan ilmu pengetahuan yang dimilikinya. Oleh karena itu, doa di bawah ini merupakan doa yang seringkali dibacakan Rasulullah untuk dihindari dari ilmu-ilmu yang tidak memberikan manfaat bagi orang lain.

Dari Zaid bin Arqam r.a, ia berkata: “Aku tidak mengajarkan doa kepada kalian kecuali sebagaimana doa yang dibaca oleh Rasulullah Saw:

اَللَّهُمَّ إِنِّى أُعُوذُبِكَ مِنْ عِلْمٍ لاَيَنْفَعُ وَمِنْ قَلْبٍ لاَيَخْشَعُ وَمِنْ نَفْسٍ لاَ تَشْبَعُ وَمِنْ دَعْوَةٍ لاَ يُسْتَچَابُ لَهَا

Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusu’, dari diri yang tidak pernah puas, dan dari doa yang tak diperkenankan”

(HR. Muslim)

Sumber: Kitab Al-Adzkar Imam An-Nawawi, hlm. 335