Habib Jindan: Nabi Muhammad Suri Tauladan Umat

ISLAMRAMAH.CO, Di awal bulan rabiul awal ini, umat Muslim di seluruh dunia bersuka cita karena bulan ini merupakan bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Sebagai pembawa risalah kenabian terakhir, Nabi Muhammad SAW membawa misi yang begitu mulia, yaitu menyempurnakan akhlak manusia serta membawa misi agama sebagai rahmat dan kasih sayang kepada sesama (rahmatan lil ‘alamin). Perayaan maulid Nabi dimaknai oleh umat Islam sebagai refleksi mengejawentahkan ajaran Nabi dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam rangka merayakan Maulid Nabi tersebut, Habib Jindan bin Novel bin Salim Jindan memberikan ceramah dan secara online menyapa umat muslim di Jerman. Menurut Habib Jindan, sebagai seorang muslim, kita hendaknya menjadikan Rasulullah sebagai sumber teladan kehidupan sehari-hari, satu hal yang harus digarisbawahi adalah menjaga akhlak dan kasih sayang. Hal ini penting, karena perkembangan dunia terakhir muncul problem krisis keteladanan di antara masyarakat. Maulid Nabi adalah momentum untuk melahirkan kembali keteladanan Nabi di era ini.

“Rasulullah adalah teladan kita. Beliau shallallahu alaihi wassalam selalu mengajak kita untuk berkasih sayang dan menjaga akhlak. Beliau adalah pemimpin para pejuang. Bahkan ketika marah pun beliau tetap menjaga akhlak dan kasih sayang. Beliau marah karena ingin menyelamatkan manusia, bukan untuk memaki, menyumpah dan jerumuskan orang,” papar Habib Jindan seperti dikutip dari laman nu.or.id

Habib yang menjadi ketua Yayasan Al Fachriyah, Tangerang tersebut memaparkan, meneladi perilaku Nabi berarti menjaga akhlak kita dalam bermasyarakat, salah satu contoh yang diajarkan Nabi adalah tidak suka mencaci terhadap orang lain yang belum berbuat baik, karena bagaimanapun juga misi Nabi adalah menyelamatkan manusia dari jurang kemaksiatan, dan jika ingin berdakwah harus tetap menekankan cara-cara yang halus serta mendoakan seseorang tersebut untuk segera mendapat hidayah dari Allah. Tegas, dalih membela agama dengan mencaci maki bukanlah tuntunan dari Rasulullah.

”Marah Nabi dengan akhlak mulia. Jadi kalau ada di antara orang yang mengaku pejuang Islam, tetapi suka memaki-maki orang lain dengan dalih membela agama atau membela Rasulullah, sesungguhnya dia bukan membela agama, bukan membela Rasulullah. Syaitan sifatnya ingin selalu menjerumuskan manusia ke neraka, sedang Rasulullah ingin menyelamatkan manusia. Jadi hendaknya kita selalu berkasih sayang, mendoakan saudara kita termasuk mendoakan orang yang berbuat maksiat agar kita semua selamat dan dapat berkumpul bersama Rasulullah di akhirat kelak,” pungkas Habib Jindan.

Comments
Loading...