Kiai Said Aqil Siroj: Mewujudkan Kerukunan Termasuk Perintah Agama

ISLAMRAMAH.CO, Kehidupan masyarakat Indonesia di tengah-tengah keragaman yang ada, baik keragaman suku, budaya, bahasa dan agama meniscayakan kesadaran bersama untuk mewujudkan kerukunan antar satu pihak dengan pihak lain. Tanpa sebuah kerukunan, kehidupan dalam sosial masyarakat terancam menimbulkan konflik. Karena itu, sikap toleransi dengan cara menghargai perbedaan yang ada harus menjadi komitmen setiap masyarakat untuk mewujudkan kehidupan guyup rukun dan harmoni.

Selaras dengan hal tersebut, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Said Aqil Siroj mengingatkan agar masyarakat menjaga kerukunan dan persatuan bangsa Indonesia. Menurutnya, salah satu ajaran penting dalam Islam adalah mengupayakan persatuan dan kesatuan, dan mengupayakan semaksimal mungkin agar perbedaan yang ada tidak menjadi konflik, tetapi menjadi rahmat karena perbedaan menjadi modal penting untuk menjalin persatuan.

“Kerukunan dalam kebinekaan ini harus terus kita jaga sebagai wujud dari implementasi ajaran agama juga sebagai komitmen anak bangsa untuk melanjutkan perjuangan para pendiri bangsa ini,” katanya saat menyampaikan Pidato Kebudayaan dalam rangka Hari Santri 2019 di Gedung Kesenian Jakarta, Selasa (22/10) malam.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqafah, Ciganjur Jakarta Selatan tersebut menjelaskan, apabila Allah menghendaki niscaya seluruh makhluk-makhluknya akan menjadi seragaman. Namun demikian, menurut Kiai Said, Allah lebih menghendaki keberagaman. Karena itu, sebagai umat Islam terutama, adalah tanggung jawab bersama untuk senantiasa menjaga kehendak Allah/ sunnatullah yakni keberagaman yang ada di Indonesia. “Sekalipun Allah mampu, Allah tidak menjadikan segenap manusia secara seragam, melainkan beragam,” ujarnya.

Kiai Said juga mengajak pemuka agama untuk memperkuat barisan dan bekerja sama untuk menjaga Indonesia secara bersama-sama. Menurut Kiai Said, tugas pemuka agama adalah mencipatakan kedamaian Indonesia dan melestarikannya sehingga hidup menjadi tenteram dan guyup rukun di antara masyarakatnya. “Maka dari itu, saya ingin mengajak seluruh pemuka agama untuk saling bergandengan tangan, bekerja sama untuk menciptakan Indonesia dan dunia yang damai, tenteram, dan rukun,” pungkasnya.

Comments
Loading...