Gus Baha: Jangan Memvonis Salah Orang Lain

ISLAMRAMAH.CO, Fenomena hijrah memang lagi ngetrend menjangkiti masyarakat urban. Hal ini tentu patut diapresiasi karena masyarakat mulai membuka ruang untuk lebih mendalami agama yang mungkin selama ini mereka tinggalkan. Namun tidak sedikit masyarakat yang merasa sudah hijrah cenderung menyalahkan mereka yang dianggap belum berhijrah.

Ulama kondang jebolan Pondok Pesantren Al Anwar, Rembang asuhan KH Maimoen Zubair, KH Bahauddin Nur Salim atau Gus Baha menyanyangkan ada sekelompok masyarakat yang bertindak layaknya Tuhan, karena dia menyalahkan bahkan mengafirkan orang yang ia anggap berdosa. Gus Baha menjelasan bahwa Allah itu kuasa membolak-balikkan hati seseorang, boleh jadi orang yang fasik dia akan taubatan nasuha atas izin Allah, seperti seorang budak yang membunuh paman Rasulullah yang bernama Hamzah bin Abdul Muthalib, yaitu Wahsyi akhirnya diberikan hidayah oleh Allah.

”Allah itu Al-Khaliq menciptakan artinya begini kuncinya Allah itu digdaya Allah yang bisa mengatur kamu benci sama orang fasik tapi kalau Allah menginginkan ia taubat? Kamu mau apa ? Seperti apa bencinya Nabi kepada Wahsyi yang telah membunuh Hamzah tetapi malah justru Allah memberikan hidayah kepada Wahsyi,” jelas Gus Baha.

Ulama muda yang dikenal karena kedalaman ilmunya itu menjelaskan perihal tuduhan tentang ulama-ulama tradisional yang dianggap inkosisten. Gus Baha beralasan bahwa ulama yang memiliki pengetahuan luas tidak akan gampang memberi vonis kepada orang lain, dalam hal membenci dan memuji pun tidak berlebihan, karena belum tentu yang kelihatannya saleh ia akan husnul khatimah, pun juga yang kelihatan buruk belum tentu ia akan suul khatimah.

“Silahkan kamu benci orang munafik, sebenci bencinya Allah kepada orang munafik tetapi Allah masih mau berfirman, bisa saja aku menyiksa orang munafik tetapi aku juga bisa memberinya tobat. Allah melakukan apa yang beliau mau, bisa saja yang saleh suul khatimah yang zalim jadi husnul khatimah, makanya ulama itu seolah inkonsisten karena tidak bisa seratus persen membenci, tapi oleh orang-orang yang baru kenal Islam justru dianggap tidak tegas, makanya saya mohon yang ngaji dengan saya untuk tidak gampang memvonis,” pungkas anggota Lembaga Tafsir Al-Quran Universitas Islam Indonesia tersebut.

Comments
Loading...