Tidak Boleh Merendahkan Suku dan Agama Lain

ISLAMRAMAH.CO, Indonesia diberkahi oleh Allah SWT sebagai negeri yang beragam. Ada ratusan suku, ribuan pulau, Bahasa dan etnik di Indonesia. Bahkan, agama-agama dan berbagai keyakinan bisa tumbuh dan diterima masyarakat Indonesia. Keragaman ini menjadi berkah sekaligus amanah yang harus dijaga oleh setiap individu agar rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa ini benar-benar kita syukuri dan tetap lestari.

Meskipun demikian, dalam setiap zamannya, selalu ada provokasi dari oknum tertentu yang mencoba mengusik keberagaman yang ada. Upaya itu sesungguhny tidak akan pernah tercapai, sebab bukti sejarah menunjukkan bahwa bangsa Indonesia lebih menerima keberagaman dan perbedaan, dari pada keseragaman dan monopoli kebenaran. Kasus yang terjadi mutakhir di Papua mengingatkan kita semua agar senantiasa menjaga dan melindungi Republik ini dari berbagai ancaman sektarian.

Melihat hal itu, Ahmad Suaedy, akademisi yang peneliti mengenai isu-isu Papua, meminta semua pihak agar tidak terpengaruh dan terpancing emosinya. Ia meminta masyarakat tenang dan memilih dialog dari pelbagai persoalan yang pelik. “Semua pihak agar menahan diri untuk tidak terpancing dan melalukan dialog untuk mencari penyelesaian,” katanya sebagaimana dilansir NU Online pada Senin (19/8).

Menurut Suaedy, setiap manusia memiliki hak-hak yang sama. Perbedaan suku, etnik bahkan agama bukanlah alasan untuk tidak berlaku adil terhadap sesama saudara sebangsa dan se-tanah air. “Ini sebenarnya seharusnya masyarakat itu memandang orang lain itu setara ya gak boleh saling merendahkan suku agama dan lain-lain,” ujar anggota Ombudsman Republik Indonesia itu.

Ia juga mengharap tokoh masyarakat bisa menjaga situasi dan mendinginkan suasa yang cukup panas. Elite politik juga diminta tidak gegabah melontarkan pernyataan yang bisa menyinggung pihak lain. “Kepada tokoh masyarakat dan politik, hendaknya tidak boleh terporovokasi dan memanas-manasi. Jadi sebenaranya semua hal bisa dikomunikasin dengan baik,” pungkasnya.

Comments
Loading...