Gus Muwafiq: Toleransi Menumbuhkan Suasan Nyaman

ISLAMRAMAH.CO, KH Ahmad Muwafiq, kiai kondang yang ceramah-ceramahnya kerapkali mengandung humor yang moncer, menjelaskan tentang makna toleransi dalam ajaran Islam. Menurutnya, ajaran Islam syarat akan ajaran toleransi terhadap perbedaan-perbedaan yang ada di kalangan masyarakat. Peristiwa historis-relijius dalam pertemuan Nabi Adam dan Ibunda Hawa sesungguhnya mengandung pesan toleransi yang begitu mendalam. Bahwa tempat yang senantiasa dikunjungi oleh umat Islam ketika berhaji atau umroh itu menjadi simbol bahwa seluruh umat manusia berasal dari leluhur yang sama.

Menurut Kiai yang akrab disapa Gus Muwafiq itu, umat manusia adalah saudara, yang berasal dari kakek dan nenek yang sama. Karena itu, tidak seharusnya sikap dan pemikiran intoleran terpatri di dalam sikap dan pebuatan setiap umat manusia. Sikap intoleransi bukanlah ajaran luhur agama dan kemanusiaan.

“Kita diingatkan, di Jabal Rahmah Nabi Adam dan Siti Hawa ketemu pertama kali saat diturunkan di dunia. Dari sinilah kemudian keturunannya menyebar ke seluruh penjuru dunia,” ujar Gus Muwafiq saat menyampaikan taushiyah dalam acara haul ke-79 KH Abdurrahman bin Qosidil Haq di Pesantren Futuhiyyah Mranggen Demak, Jawa Tengah, Selasa (13/8) malam.

Menurut Kiai yang ceramahnya digemari berbagai kalangan itu, apabila toleransi diamalkan, maka situasi dan kondisi sosial di masyarakat secara otomatis akan damai, tenang, dan saling pengertian. Tidak akan konflik horizontal akibat perselisihan karena perbedaa-perbedaan. Justru melalui sikap toleransi, keberagaman akan merajut menjadi persatuan yang luar biasa.

“Sikap saling pengertian jika diamalkan dengan baik dan benar akan dapat menumbuhkan suasana nyaman dan tenteram di tengah-tengah masyarakat yang beragam,” tandasnya.

Comments
Loading...