Dzikir, Cerminan Cinta Kepada Allah

ISLAMRAMAH.CO, Sebagai makhluk ciptaan Allah Swt yang dikaruniai hati dan fikiran, manusia hendaknya senantiasa berdzikir (ingat) kepada Allah. Seluruh realitas kehidupan di dunia ini terdapat tanda-tanda kebesaran Allah sebagaimana Allah berfirman, Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berakal. Oleh karena itu, berdzikir tidak hanya sebagai tanda ingat, tetapi juga simbol kecintaan kepada Allah sebagai Tuhan pencipta alam semesta.

Menurut KH Luqman Hakim, Allah menyuruh umat untuk senantiasa berzikir agar kita sebagai seorang hamba yang kecil dan tak berdaya di hadapan Allah tidak lalai. Pasalnya, apabila kita lalai, segala aktivitas dalam hidup tidak dilandasi atas ridha Allah. Sebaliknya, apabila setiap gerak aktivitas hidup senantiasa diisi dengan zikir, maka secara otomatis kita menyertakan Allah dalam segala rutinitas.

“Bagaiman dengan perintah Allah, fadzkurni adzkurkum, (artinya, red.) dzikirlah kepada-Ku, Aku akan ingat kepadamu. Itu adalah perintah kepada orang-orang yang lalai sebab jika tidak dimotivasi manusia tidak mau berdzikir,” jelasnya saat mengisi pengajian rutin kitab Al-Hikam karya Syekh Ahmad Ibnu Muhammad Ibnu Atho’illah As-Sakandari seperti disaksikan NU Online melalui chanel youtube NU, Kamis (25/7). 

Menurut Direktur Sufi Center tersebut, keindahan berdzikir begitu luar biasa karena tidak saja sebagai cara mengingat Allah, tetapi juga sebagai bentuk interaksi dengan Allah. “Makannya kita harus mulai belajar ketika shalat, ketika baca Al-Qur’an, ketika itu diusahakan engkau sedang mengingat Allah. Lalu ingat semua dari Allah. Itu baru anda mengingat Allah. Baru Anda merasakan indahnya dzikir karena berinteraktif dengan Allah,” pungkasnya.

Comments
Loading...