Belajar Islam Harus Utuh

ISLAMRAMAH.CO, Salah satu tokoh Muhammadiyah Pusat menyayangkan maraknya oknum-oknum mubalig yang kerap memakai dalil agama sebagai pembenar bagi golongannya kemudian menganggap salah golongan yang berbeda darinya. “Sikap demikian sering memicu sensitifitas antar golongan di tengah masyarakat,” kata Sukriyanto AR selaku Ketua Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, di Yogyakarta, Kamis (4/7/2019).

Menurut Sukriyanto, belajar Islam tidak bisa setengah-setengah. Perlu pembelajaran yang komprehensif untuk menemukan hakikat Islam yang hakiki. “Belajar Islam harus utuh, sehingga Islam bisa diimplementasikan sebagai agama cinta dan ramah. Karena agama fungsinya bukan hanya sebagai hakim yang memutuskan halal dan haram atau salah dan benar saja,” ujarnya.

Untuk itu, menurut  Sukriyanto, Muhammadiyah perlu memiliki dan menyemai para mubalig yang memiliki wawasan keagamaan yang utuh. “Muhammadiyah perlu menyiapkan mubalig berwawasan keagamaan yang utuh, serta didukung wawasan pengetahuan di bidang ilmu pengetahuan lainnya,” katanya sebagaimana dilansir website muhammadiyah.

Sukriyanto juga menambahkan bahwa di masa sekarang seorang pendakwah bukan hanya harus pandai keilmuan di bidang agama saja, melainkan juga harus terintegrasi dengan keilmuan lainnya. Hal itu penting agar dakwah yang dilakukan tidak sempit. “Sehingga, dakwah yang dilakukan tidak monoton dan sempit,” lanjutnya.

Selain itu, menurutnya, metode dakwah selain bersumber dari sumber Al-Quran dan Al-Hadis,  juga bisa didapatkan dari kebiasaan masyarakat, budaya dan kearifan lokal setempat, selama tidak menyalahi aturan agama Islam. “Ketika umat memiliki pandangan yang luas, maka sikap tasamuh akan muncul pada mereka,” pungkasnya.

Comments
Loading...