Ibu Nyai Shinta Nuriyah: Kita Bersatu Dalam Perbedaan

ISLAMRAMAH.CO, Perbedaan dalam kehidupan bemasyarakat maupun bernegara dan berbangsa merupakan keniscayaan dan ketetapan Allah Swt. Tidak ada satapun makhluk di muka bumi ini yang bisa merubah keragaman menjadi keseragaman. Karena hal itu sama halnya dengan menentang ketetapan Allah itu sendiri. Barangsiapa menolak sunnatullah, sesungguhnya ia akan sia-sia. Oleh karena itu, keberagaman di muka bumi ini harus kita syukuri dengan cara saling menghormati dan menghargai.

Pesan itulah yang disampaikan Nyai Shinta Nuriyah Wahid, dalam acara sahur bersama petani tembakau di Kabupaten Temanggung, Jumat (17/5). Menurutnya, perbedaan semestinya menjadikan umat manusia merekatkan persaudaraan. Umat manusia di belahan dunia berbeda-beda tetapi tetap bersatu untuk membangun peradaban luhur secara Bersama-sama. “Kalau berbeda, berarti kita saudara. Bukan berbeda kemudian kita terpisah dan memisahkan diri. Kita bersatu dan bersaudara dalam perbedaan,” katanya

Istri almarhum Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu mengingatkan agar masyarakat saling menghargai perbedaan-perbedaan yang ada. Terlebih dalam konteks berbangsa dan bernegara, di mana bangsa Indonesia dianugerahi keberagaman yang luar biasa, hendaknya masyarakat tetap berpegang teguh pada nilai-nilai persatuan dalam perbedaan. “Kita harus saling menghargai dan menghormati perbedaan itu. Kita satu bangsa yang berbeda-beda tetapi tetap satu,” ujarnya.

Ibu Nyai juga menambahkan bahwa jangan sampai umat Islam melaksanakan puasa Ramadhan, namun tidak mendapatkan pahala dan rida Allah karena tidak terpatri di dalam kesadarannya akan pentingnya saling menghargai dan menghormati perbedaan. “Jangan sampai puasa kita hanya mendapatkan lapar dan dahaga saja karena kita tidak memahami dengan baik makna puasa. Di antaranya itu, saling menghormati dan menghargai,” pungkasnya.

Comments
Loading...