Gus Mus: Agama Adalah Sarana Menuju Allah

ISLAMRAMAH.CO, Mayoritas manusia di muka bumi ini merupakan orang-orang yang beragama. Sekalipun tidak semuanya taat dalam menjalankan kewajiban agama masing-masing, namun mayoritas manusia adalah umat beragama. Meskipun demikian, dalam menjalani kehidupan sebagai umat beragama, masih banyak umat beragama yang tidak memahami perbedaan antara sarana (wasilah) dan tujuan (ghayah).

Padahal, hal itu penting sebagai modal berharga untuk memahami agama secara esensial dan bukan hanya di permukaan semata. Menurut KH Mustofa Bisri atau akrab disapa Gus Mus, agama itu  merupakan perantara, bukan tujuan. Tujuan sejati umat beragam adalah Allah Swt. Begitu halnya dengan surga, ia bukanlah tujuan, melainkan bonus atas hal-hal baik yang dilakukan manusia selama menjalani kehidupan di dunia.

Kiai yang dikenal sebagai budayawan itu memberi pemahaman tentang wasilah dan ghayah dengan beberapa pertanyaan dasar. Gus Mus mengandaikan perbedaan perantara dan tujuan melalui perumpamaan yang cemerlang. “PPP, PDI-P, Golkar dan Partai-partai lain itu wasilah atau ghayah? NU, Muhammadiyah, dan semacamnya itu wasilah atau ghayah?,” kata Gus Mus dalam video ceramahnya di Chanel Nutizen.

Para hadirin pun menjawab serentak bahwa partai politik hakikatnya merupakan wasilah, adapaun ghayah-nya adalah Indonesia. Meksipun demikian, ketika Gus Mus melanjutkan pertanyaan yang lebih mendalam, tentang apakah agama itu wasilah atau ghayah, hadirin diam dan merasa bingung. “Islam, Katolik, Hindu, dan semacamnya itu wasilah atau ghayah?,” tanya Gus Mus.

Kemudian Gus Mus menjelaskan, bahwa agama, termasuk Islam merupakan perantara menuju tujuan sejati yakni Allah Swt. Gus Mus mengingatkan, jangan sampai kita salah dalam menentukan tujuan sejati. Agama dan surga bukanlah tujuan, karena tujuan sejati dan tempat kita berpulang adalah kepada Allah Swt. “Agama Islam adalah wasilah, karena tujuannya adalah Allah,” tandasnya.

Comments
Loading...