Kiai Said Aqil Siroj: Indonesia Darussalam, Bukan Darul Islam

ISLAMRAMAH.CO, Negara Kesatuan Republik Indonesia sudah final. Pancasila sebagai falsafah bangsa dan Undang-undang 1945 sebagai dasar negara tidak perlu lagi dipertentangkan. Para pendiri bangsa (founding father) telah bersepakat bahwa negara Indonesia adalah negara yang tidak berasaskan agama apapun, namun harus ada nilai-nilai dan kandungan agama dalam pelaksanaan berbangsa dan bernegara. Oleh sebab itu, siapapun yang hendak mengubah sistem dan dasar negara Indonesia sesungguhnya mereka adalah kelompok yang tidak paham tujuan para leluhur mendirikan bangsa ini.

Dalam perspektif Islam, negara Indonesia sesungguhnya adalah negara yang Islami. Pasalnya, seluruh dasar dan falsafah bangsa tidak sedikitpun yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam, bahkan yang terdapat di dalam Pancasila sejatinya merupakan kandungan nilai-nilai Islam itu sendiri. Islam dimaknai sebagai agama yang substantif, bukan formalistis. Karena itu, di Indonesia bukan simbol-simbol agama yang ditampilkan, melainkan esensi kandungan ajaran-ajaran agama itu sendiri.

Selaras dengan hal itu, menurut Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Prof Dr KH Said Aqil Siroj, Indonesia adalah negeri keselamatan yang di dalamnya terpatri ajaran-ajaran Islam yang substantif. Buktinya, masyarakat Indonesia senang menyambung silaturrahim, gotong royong, ramah, dan terbuka terhadap orang lain. Kenyataan ini menurut Kiai Said adalah cerminan dari negara yang penduduknya mengamalkan ajaran Islam.

Sebaliknya, lanjut Kiai Said, Indonesia bukanlah negara Islam. Sebagaimana kesepakatan pendiri bangsa, yang di dalamnya juga terdapat ijtihad para ulama, Indonesia adalah negara kesepakatan di antara masyarakatnya yang amat beragam. Ijtihad para pendiri bangsa itu kemudian menghasilkan falsafah bangsa, yakni Pancasila. Karna itu, Kiai Said menegaskan bahwa NU sebagai jamaahnya para ulama Indonesia berpegang teguh pada komitmen keislaman sekaligus kebangsaan.

“Menurut NU Indonesia adalah darussalam, bukan darul Islam. NU lah yang memiliki komitmen keagamaan sekaligus komitmen kebangsaan,” tegas Kiai asal Cirebon itu saat menyampaikan ceramahnya pada perayaan Harlah Nahdlatul Ulama ke-93 di Plenary Hall Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Kamis (31/1/2019).

Comments
Loading...