ISLAMRAMAH.CO, Ulama merupakan pewaris para Nabi. Sebab, ulama tidak hanya label bagi orang-orang yang memiliki ilmu agama yang mendalam dan luas, tetapi juga cerminan dari akhlak Nabi. Apabila ada seorang yang mengaku ulama tetapi tidak mencerminkan akhlakul karimah seperti mudah mencaci maki, membenci kelompok yang berbeda, dan menebar kebencian, maka sejatinya ia bukanlah seorang ulama karena Nabi tidak pernah mengajarkan akhlak-akhlak yang buruk kepada ummatnya.

Selaras dengan hal tersebut, Ketua Ikatan Dai Indonesia (IKADI), Prof Ahmad Satori Ismail menjelaskan bahwa ulama adalah orang-orang yang memiliki moralitas dan akhlak yang luhur. Ulama sejati adalah mereka yang mencontoh akhlak Nabi, minimal tidak menebarkan kebencian dan permusuhan terhadap pihak lain.

“Ulama adalah orang-orang yang dalam ucapannya selalu baik, dalam berperilaku juga baik, yang tentunya sesuai dengan tuntunan al-Quran dan Hadis. Mereka mengambil contoh kehidupan dari Nabi, bukan malah berbicara menjelek-jelekan atau menebar kebencian,” katanya di Jakarta, Senin (10/12).

Tokoh yang juga dosen UIN Jakarta itu menambahkan, tugas seorang ulama tidak hanya mengajarkan ilmu-ilmu agama semata, tetapi juga sebagai contoh bagi masyarakat, baik sebagai contoh dalam keilmuan, maupun sebagai panutan dalam beragama. Ulama tidak mungkin memecah belah karena itu bukanlah misi Nabi Muhammad Saw.

“Ulama itu tidak hanya sekedar mengajarkan agama saja, tetapi ulama juga sebagai contoh dan merupakan guru bagi masyarakat karena ulama juga mampu mempererat persatuan bangsa. Dan ulama itu tentunya juga bisa menyatukan umat, bukan memecah belah,” pungkasnya.

%d blogger menyukai ini: