Hoaks Membuat Keberkahan Hidup Sulit Diraih

ISLAMRAMAH.CO, Keberkahan dalam hidup bisa diraih melalui kehidupan yang damai, aman, dan tenteram. Masyarakat yang saling menghormati, tolong menolong dan mengedepankan akhlakul karimah menjadi ciri khas dari kehidupan yang berkah. Sebaliknya, situasi dan kondisi yang tidak kondusif seperti maraknya penyebaran hoaks, saling bertikai karena perbedaan pilihan politik sampai debat kusir ditengarai menjadi penyebab keberkahan dalam hidup kian tidak terasa. Maka dari itu, apabila hendak memperoleh keberkahan dalam hidup hendaknya masyarakat menjaga harmoni dengan sesama masyarakat lain.

Pesan itulah yang disampaikan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar, saat menyampaikan mauidlatul hasanah pada pelantikan PCNU Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Minggu (2/12). Menurut Kiai Miftach, keadaan saat ini memprihatinkan karena merebaknya berita-berita bohong sehingga sebagian masyarakat mudah marah. Akibatnya, keberkahan dalam hidup tidak bisa diraih karena kebenaran dianggap salah, dan kesalahan dianggap benar.

“Saat ini berkah tidak begitu kerasan di tengah-tengah kita. Tidak begitu bersahabat dengan kita. Orang sekarang mencari berkah itu sulit karena sekarang situasinya sudah berbolak-balik, kebenaran dianggap salah, yang salah dianggap benar. Permainan opini terjadi di mana-mana, hoaks ada di mana-mana,” kata Kiai Miftach.

Kiai Miftach mengisahkan pengalaman kehidupannya dahulu yang meskipun kehidupan masyarakat cukup-cukupan, namun dianugerahi oleh Allah Swt dengan keberkahan. Keberkahan itu terwujud karena kehidupan masyarakat yang damai dan tenteram. Tidak ada penyebaran hoaks secara masif sebagai terjadi di era ini.  Tidak ada orang mudah marah sampai menampilkan kemarahannya di hadapan publik karena masyarakat ketika itu mengedepankan akhlakul karimah.

“Dulu meskipun saya makan bulgur (makanan kuda), tapi hidup tenang. Orang tidak mudah marah, kehidupan damai karena di situ banyak orang-orang bener, banyak orang-orang yang siap untuk membawa sebuah keberkahan. Saat ini marak hoaks, akhirnya keberkahan sudah tidak terlalu betah di tengah-tengah masyarakat,” pungkasnya.

Comments
Loading...