Abuya mengetahui Isi Hati Santrinya

ISLAMRAMAH.CO, Abuya As-Sayyid Muhammad bin Alwi al-Maliki al-Hasani dikenal sebagai ulama besar yang memiliki karamah, yaitu kemampuan istimewa yang diberikan langsung oleh Allah Swt. Ia tidak hanya memiliki ilmu pengetahuan Islam yang mendalam dan amat luas, tetapi juga memiliki kemampuan untuk membaca pikiran dan hati orang lain.

Pernah suatu ketika salah seorang santri baru Abuya bernama Ali Imron, yang berasal dari Wingko, Lamongan melihat Abuya sedang menonton televisi. Ia merasa heran kenapa seorang ulama menonton televisi. Ia menyangka seorang ulama tidak boleh nonton televisi dan hanya fokus beribadah kepada Allah Swt. Di dalam hatinya Ali Imron berkata, “Katanya ulama, tapi kok nonton televisi”.

Setelah kejadian itu, saat malam hari ketika Ali Imron tidur dengan pulas, ia bermimpi, seolah-olah ia berada di dalam rumah yang di dalamnya ada dua sahabat Rasulullah yakni Abu Bakar dan Umar bin Khattab. Di dalam mimpi itu, Ali Imron bertanya kepada keduanya, “Di mana Rasulullah, wahai Sahabat?” Lalu mereka menunjuk ke sebuah kamar seraya berkata, “Rasulullah berada di kamar itu.”

Karena pintu kamar itu tertutup, Ali Imron merasa tidak enak diri dan tidak berani untuk masuk. Ia memutuskan hanya mengintip dari luar. Namun demikian, ketika ia mengintip dari bilik pintu, Ali Imron terkejut bukain main. Ternyata di dalam kamar itu ada Rasulullah sedang menonton televisi bersama Abuya As-Sayyid Muhammad.

Karena merasa gelisah dengan hadirnya mimpi itu, Ali Imron pada pagi hari bermaksud menghadap Abuya. Meskipun begitu, sebelum Ali Imron menyampaikan pengalaman mimpinya kepada Abuya, ternyata Abuya lebih dahulu berkata kepada Ali Imron, “Hai Ali, apakah engkau masih ingkar kepadaku hanya karena aku menonton televisi?”

Ali Imron pun terkejut dan tidak bisa berkata apa-apa. Ia bersimpuh meminta maaf kepada Abuya. Setelah kejadian itu, ia diliputi rasa heran sekaligus rasa kagum kepada gurunya. Mengapa bisa Abuya berada dalam satu kamar bersama Rasulullah. Satu hal lagi yang membuatnya kagum, “Bagaimana mungkin Abuya bisa tahu isi hatinya.” Waallahu a’lam.

Comments
Loading...