Gus Yahya: Dunia Butuh Islam Nusantara

ISLAMRAMAH.CO, Peradaban Islam global tengah mengalami masalah yang cukup rumit dengan munculnya berbagai konflik dan perang saudara yang tidak berkesudahan. Di belahan Timur Tengah, negara-negara mayoritas Islam memiliki problem yang sama, yaitu tidak menemukan kesepakatan bersama secara damai dalam membangun peradaban kontemporer. Maka tak heran konflik dan perpecahan tengah melanda negara-negara Timur Tengah hingga saat ini, seperti negara Yaman, Libia, Syiria, hingga Irak.

Menyikapi hal itu, Katib ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau akrab disapa Gus Yahya mengatakan bahwa Indonesia menjadi harapan satu-satunya bagi peradaban Islam global karena meskipun dihuni oleh keberagaman yang begitu dahsyat, Indonesia mampu membangun persatuan dan kesatuan di antara masyarakat yang plural. Hal itu karena peran Nahdlatul Ulama sebagai ormas keagamaan terbesar di Indonesia yang menekankan spirit harmoni di antara masyarakat di Indonesia.

“Tinggal Indonesia yang selamat dari kemelut ini. Tinggal Indonesia, satu-satunya. Itu sebabnya, sekarang seluruh dunia menengok dengan penuh harap kepada Indonesia. kenapa Indonesia selamat? Karena di Indonesia ada Nahdlatul Ulama,” katanya di gedung PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (9/11).

Gus Yahya meminta umat Islam tidak berkecil hati jika ada sebagian pihak yang mengecam Islam Nusantara. Pasalnya, dunia butuh Islam Nusantara karena telah terbukti mampu membangun harmoni peradaban global. “Jadi kalau sekarang di sini orang mencaci maki Islam Nusantara, saya sama sekali tidak susah dan tidak berkecil hati karena Islam Nusantara tidak bisa diapa-apakan lagi. Seluruh dunia sudah butuh, sudah settle, mau dicaci maki di mana pun juga orang butuh,” jelasnya.

Menurut Gus Yahya, berbagai penolakan terhadap Islam Nusantara atau Islam yang ada di Indonesia tak lain karena mereka menolak NU. Padahal mereka paham tentang Islam Nusantara. Akan tetapi, karena kebencian yang berlebihan terhadap NU, maka apapun yang dilakukan NU akan menjadi hal salah di mata mereka. Bahkan berbagai fitnah dan hoaks dibuat semata-mata untuk menyudutkan peran NU untuk bangsa dan agama.

“Mereka yang mencaci maki itu tidak punya tujuan apa-apa selain hanya untuk menyerang Nahdlatul Ulama. Kalau mereka bilang bingung, bilang tidak paham itu mereka pura-pura saja. Sebenarnya mereka tahu, mereka paham, tetapi karena mereka butuh untuk menyerang Nahdlatul Ulama, mereka plesetkan, dibikin hoaks, dibikin definisi (sesuai keinginan) mereka sendiri, lalu dicaci maki mereka sendiri,” pungkasnya.

Comments
Loading...