ISLAMRAMAH.CO, Sebuah bom bunuh diri meledak di tengah-tengah perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw di Kota Kabul, Ibu Kota Afghanistan, Selasa (20/11). Bom itu mengakibatkan 50 orang meninggal dunia dan 80 orang lainnya mengalami luka-luka. Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Helmy Faishal Zaini mengutuk keras aksi terorisme itu. Aksi itu tidak dibenarkan dengan alasan apapun, apalagi alasan agama.

“Segala bentuk tindakan kekerasan yang mengatasnamakan apapun, termasuk dakwah, bukan ciri Islam yang Rahmatan lil ‘Alamin. Islam mengutuk kekerasan. Bahkan tidak ada satupun agama dan ideologi di dunia ini yang membenarkan cara-cara kekerasan dalam kehidupan,” katanya, Rabu (21/11).

Helmy juga mendesak PBB untuk segera mengusut dan menindak tegas pelaku pengeboman di Kabul tersebut. “Kekerasan dalam bentuk apapaun dan dengan motif bagaimanapun tidak dibenarkan, sebab ia merupakan kejahatan rasa kemanusiaan,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui, kejadian itu berlangsung di gedung pernikahan Uranus di Kabul, di mana banyak ulama dan umat Muslim Afghanistan berkumpul untuk merayakan Maulid Nabi. Pelaku melancarkan aksinya ketika ribuan umat Islam di gedung tersebut membacakan ayat-ayat suci al-Quran.

%d blogger menyukai ini: