ISLAMRAMAH.CO, Pengibaran bendera HTI pada saat peringatan Hari Santri Nasional di Kabupaten Garut, Jawa Barat (21/10) menimbulkan polemik di tengah-tengah masyarakat. Barisan Serbaguna (Banser) NU merspon provokasi itu dengan membakar bendera HTI. Akibat peristiwa itu, sejumlah pro kontra muncul, ada yang mengecam pembakaran bendera HTI, namun tak sedikit yang mendukung karena HTI terbukti masih bisa menampilkan eksistensinya meskipun telah dilarang di Indonesia.

Menyikapi hal itu, Mustasyar PBNU, KH Mustofa Bisri atau Gus Mus meminta masyarakat berhenti menjadikan peristiwa itu sebagai polemik. Hal itu karena pihak yang membakar telah meminta maaf dan akar masalahnya sudah dijelaskan oleh pihak terkait. Selain itu, penegak hukum pun telah merespon peristiwa itu dengan baik, yaitu menjalankan penegakan hukum sebagaimana mestinya.

“Yang khilaf sudah menyadari kekhilafannya dan sudah minta maaf. Duduk perkaranya sudah dijelaskan oleh pihak-pihak yang selayaknya menjelaskan. Penegak hukum sudah bergerak melaksanakan apa yang menjadi tugasnya,” tulis Gus Mus dalam akun instagramnya, (25/10).

Kiai yang dikenal sebagai budayawan itu menambahkan, saat ini sudah semestinya semua polemik diakhir karena jika terus dipermasalahkan bisa menimbulkan fitnah di antara sesama umat Islam maupun sesama anak bangsa. Gus Mus meminta semua pihak mendamaikan negeri ini dan bersama-sama meningkatkan kualitas keimanan kita sebagai masyarakat yang beragama.

“Sekarang berhentilah membakar-bakar yang tidak enak dibakar. Termasuk membakar emosi dan bendera. Nyamankan negeri kita bersama dan marilah berjamaah mencari ridaNya,” jelas pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Rembang itu.

%d blogger menyukai ini: